Argentina di Ambang Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Argentina berpeluang mengamankan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026 saat menghadapi Austria pada laga kedua Grup J di Stadion Dallas, Selasa (23/6/2026) WIB. Selain memburu kemenangan, laga ini juga bisa menjadi panggung bagi Lionel Messi untuk mengukir sejarah baru di Piala Dunia.
Superkomputer Opta menempatkan Argentina sebagai favorit dengan peluang kemenangan mencapai 61,1 persen berdasarkan 25.000 simulasi pra-pertandingan. Kemungkinan laga berakhir imbang berada di angka 21,9 persen, sementara peluang Austria menciptakan kejutan hanya sebesar 17 persen.
Messi datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak hat-trick ke-61 sepanjang kariernya saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka. Dari total hat-trick tersebut, 50 dicetak bersama klub dan 11 lainnya bersama tim nasional Argentina.
Baca Juga:Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Adu Top Speed Pembalap Maximo Quiles dengan Veda Ega Pratama di Moto3 2026, Siapa Lebih Unggul?
Kini, megabintang berusia 38 tahun itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk melampaui rekor Miroslav Klose (16 gol) dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia. Jika mampu membobol gawang Austria, Messi juga akan menjadi pemain ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun.Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah ditorehkan Just Fontaine bersama Prancis pada Piala Dunia 1958 dan Jairzinho bersama Brasil pada edisi 1970. Meski tak lagi muda, pengaruh Messi di skuad La Albiceleste tetap luar biasa.
Dalam kemenangan atas Aljazair, ia terlibat langsung dalam delapan dari 10 tembakan Argentina, dengan mencatatkan enam percobaan dan menciptakan dua peluang. Tak hanya tajam di depan, Argentina juga tampil solid di lini belakang. Tim asuhan Lionel Scaloni sukses membuat Aljazair gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
Baca Juga:Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Kemenangan atas Austria, ditambah kegagalan Yordania mengalahkan Aljazair di laga lain, akan memastikan Argentina lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup J. Austria juga memiliki peluang untuk merebut posisi puncak klasemen apabila mampu mengalahkan Argentina.
Namun, mereka harus menunjukkan performa yang lebih baik dibanding laga pembuka saat mengatasi perlawanan Yordania dengan skor 3-1. "Kami tahu betapa bagusnya Argentina. Kami menghormati mereka, tetapi kami yakin dengan kekuatan kami. Jika menampilkan kualitas terbaik, kami bisa menyulitkan tim mana pun," ujar gelandang muda Austria, Paul Wanner.Meski kemenangan atas Yordania tidak diraih dengan mudah, Austria datang dengan modal impresif. Mereka tengah mencatatkan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi dan memenangi 10 dari 12 pertandingan terakhir, dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Jika mampu menundukkan Argentina, Austria akan mencatatkan dua kemenangan beruntun di awal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982. Namun, Austria dibayangi masalah kebugaran sejumlah pemain.
David Alaba, Stefan Posch, dan Alessandro Schöpf masih berlatih terpisah dan berpacu dengan waktu untuk pulih. Posch sendiri harus mengenakan masker khusus setelah mengalami patah rahang saat menghadapi Yordania.
Bangun Olahraga Nasional, NOC Indonesia Tekankan Pentingnya Independensi Organisasi Olahraga
Di sisi lain, Marcel Sabitzer berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional Austria. Ia akan sejajar dengan Aleksandar Dragovic di posisi keempat daftar pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Austria, di bawah Andreas Herzog (103), David Alaba (114), dan Marko Arnautovic (134).
Untuk Argentina, Scaloni diperkirakan melakukan sejumlah rotasi. Nahuel Molina berpeluang kembali mengisi posisi bek kanan menggantikan Gonzalo Montiel setelah pulih dari cedera otot ringan.
Rekor Pertemuan
Sejarah pertemuan kedua tim terbilang minim. Argentina dan Austria baru dua kali bertemu, dan seluruhnya berlangsung dalam laga persahabatan. Pertemuan terakhir terjadi 36 tahun lalu dan berakhir imbang 1-1 di Wina. Sementara pada pertemuan tahun 1980, Argentina menang telak 5-1 dalam laga yang diwarnai satu-satunya hat-trick internasional Diego Maradona. Argentina juga memiliki catatan cukup baik saat menghadapi wakil Eropa di fase grup Piala Dunia. Dalam delapan pertandingan terakhir, mereka hanya sekali kalah, yakni saat dibekuk Kroasia 0-3 pada Piala Dunia 2018.Sebaliknya, Austria kerap kesulitan menghadapi tim-tim Amerika Selatan. Sejak mengalahkan Chili 1-0 pada Piala Dunia 1982, mereka hanya sekali menang dalam 10 pertandingan melawan tim dari zona CONMEBOL, yakni ketika menundukkan Uruguay dalam laga persahabatan pada November 2017.
Dengan performa yang tengah menanjak dan Lionel Messi yang memburu sejarah, Argentina tampak berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan kedua sekaligus memastikan langkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.










