UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) berhasil menempati peringkat ketujuh dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. THE mengumumkan pemeringkatan ini pada 24 Juni 2026 dengan mengevaluasi sebanyak 1.646 perguruan tinggi dari 116 negara.
Ribuan perguruan tinggi ini disorot berdasarkan kontribusi mereka terhadap 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), serta satu pemeringkatan keseluruhan (overall ranking).
Baca juga: UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Chief Marketing Officer (CMO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Shahrill Sabarudin, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kemajuan pendidikan tinggi Malaysia dalam mendukung agenda SDGs.
"Jika kita dapat lihat seperti yang diumumkan tadi, kita ada dari Universiti Sains Malaysia (USM) di peringkat kelima dan peringkat ketujuh adalah Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Ada beberapa universitas dari Malaysia juga yang mengikuti program ini tahun ini dan kita harapkan ke depannya mungkin ada beberapa lagi universitas dari Malaysia yang akan hadir," ujar Shahrill, dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).Baca juga:ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Menurutnya, keberhasilan dua perguruan tinggi tersebut merupakan pencapaian terbaik yang diraih Malaysia dalam pemeringkatan keberlanjutan global tahun ini.
Shahrill menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah dan seluruh institusi pendidikan tinggi Malaysia dalam memperkuat implementasi SDGs.
"Jika berbicara tentang menggenjot usaha-usaha dalam konteks Sustainable Development Goals (SDG) ini, tidak hanya tertuju pada beberapa universitas saja. Sebenarnya ada upaya global yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dalam konteks memperkuat SDG ini. Semua universitas di Malaysia berpartisipasi dalam hal-hal yang terkait dengan kemajuan dan pencapaian SDG secara menyeluruh," ungkapnya.
Rektor Universiti Kebangsaan MalaysiaProf. Dato' Dr. Sufian Jusoh mengungkapkan bahwa peringkat ketujuh dunia yang diraih UKM merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam menerapkan prinsip keberlanjutan."Pada hari ini kami menerima penghargaan dalam sustainability global rating oleh Times Higher Education di peringkat ketujuh di dunia. Ini menggambarkan komitmen UKM dalam pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Dikutip dari laman UKM, capaian pada THE Sustainability Impact Ratings 2026 UKM didukung oleh peningkatan skor pada sembilan SDG dan keberhasilan mempertahankan kinerja pada tiga SDG lainnya.
UKM berhasil menempatkan 14 SDG dalam kelompok 50 terbaik dunia, 9 SDG dalam kelompok 20 terbaik dunia, 4 SDG dalam kelompok 10 terbaik dunia, dan 3 SDG dalam kelompok 5 terbaik dunia.
Pencapaian paling menonjol diraih pada SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) yang menempati peringkat kedua dunia. Sementara itu, SDG 1 (No Poverty) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) masing-masing berada di posisi keempat dunia.
Sufian menjelaskan bahwa saat ini sekitar 70 persen kawasan kampus UKM merupakan area hijau. Universitas juga memiliki cagar hutan permanen di dalam kampus sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.Selain itu, UKM menyediakan program Work at Campus yang memungkinkan mahasiswa bekerja di lingkungan kampus untuk memperoleh pengalaman sekaligus dukungan finansial selama menempuh pendidikan.
Di tingkat internasional, UKM juga aktif membangun jaringan kolaborasi keberlanjutan dengan berbagai institusi di seluruh dunia.
Menurutnya, keberhasilan UKM masuk peringkat tujuh dunia tidak hanya berasal dari kebijakan internal kampus, tetapi juga dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.
"Sebenarnya untuk mendapatkan peringkat ketujuh di dunia ini memerlukan usaha terpadu di antara semua orang di UKM. Data yang kami kumpulkan menunjukkan seluruh fakultas dan juga institut di UKM memang siap dan berusaha untuk selalu mengimplementasikan SDG di UKM," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi SDGs dilakukan tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga langsung menyentuh masyarakat.
Sementara itu, Shahrill mengajak bagi pelajar Indonesia yang tertarik mengetahui lebih jauh mengenai pendidikan tinggi di Malaysia, pihaknya akan menggelar event MEGA Ayo Kuliah di Malaysia di Jakarta pada 11-12 Juli 2026 mendatang.
Celyna dan Niki Becker Nyanyi Bareng Salma Salsabil, Result & Reunion Indonesian Idol Pecah
"Kami membawa 26 universitas dari Malaysia, termasuk universitas yang menerima penghargaan SDGs hari ini. Acara ini gratis, sehingga mahasiswa yang ingin mencari program studi dapat hadir pada tanggal tersebut," tutup dia.










