Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Harapan Iran untuk lolos langsung ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sirna pada detik-detik terakhir setelah gol yang dicetak Hossein Khalilzadeh ke gawang Mesir dianulir wasit melalui pemeriksaan VAR. Laga terakhir Grup G yang berlangsung di Seattle, Sabtu (27/6/2026), akhirnya berakhir imbang 1-1.
Khalilzadeh sebenarnya sempat membawa Iran unggul pada masa injury time. Berawal dari situasi tendangan bebas, bola gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Mesir Mostafa Shobeir. Dalam kemelut di depan gawang, Khalilzadeh menyambar bola liar dan menggetarkan jala lawan. Seluruh pemain Iran langsung merayakan gol yang diyakini akan mengantar mereka finis sebagai runner-up Grup G.
Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Wasit menghentikan pertandingan untuk menunggu tinjauan VAR. Setelah dilakukan pengecekan, gol dibatalkan karena Khalilzadeh dinilai berada dalam posisi offside saat bola pertama kali dimainkan.
Barcelona Terbang ke Inggris Incar Bintang Premier League, Bayern Munchen Siap-Siap Sakit Hati!
Keputusan itu sempat memunculkan tanda tanya karena tayangan ulang memperlihatkan masih ada seorang pemain Mesir yang berada lebih dekat ke garis gawang dibanding Khalilzadeh. Banyak yang mengira kondisi tersebut seharusnya membuat sang bek Iran berada dalam posisi onside.
Penjelasannya mengacu pada Law 11 IFAB mengenai offside. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa seorang pemain dinyatakan offside apabila saat bola dimainkan posisinya lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan dua pemain lawan terakhir.Yang dimaksud dua pemain lawan terakhir tidak selalu terdiri dari seorang penjaga gawang dan satu bek. Aturan hanya menghitung dua pemain bertahan yang paling dekat dengan garis gawang pada saat umpan dilepaskan, tanpa memandang posisi mereka di lapangan.
Dalam insiden tersebut, Shobeir sudah bergerak cukup jauh meninggalkan garis gawang untuk mengantisipasi bola mati. Akibatnya, ketika umpan dilepaskan hanya tersisa satu pemain Mesir yang berada lebih dekat ke garis gawang daripada Khalilzadeh. Karena tidak ada dua pemain lawan yang menjadi acuan, bek Iran itu dinyatakan berada dalam posisi offside sehingga golnya tidak disahkan.
Pembatalan gol tersebut membuat skor tetap 1-1 hingga peluit panjang berbunyi. Iran gagal mengamankan kemenangan yang seharusnya membawa mereka lolos otomatis sebagai runner-up Grup G. Team Melli kini harus berharap hasil pertandingan di grup lain berpihak kepada mereka agar tetap bisa melaju ke babak 32 besar melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik.










