Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Seorang pembangkang China berhasil melarikan diri ke Korea Selatan pada bulan lalu dengan perahu karet. Yang mengejutkan, dia sekarang sudah berada di Kanada.
Dong Guangping, seorang mantan polisi berusia 68 tahun, telah menjadi duri dalam daging Beijing karena mengadvokasi reformasi politik dan hak asasi manusia (HAM). Lantaran aksinya, dia telah menjalani beberapa kali hukuman penjara selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Setelah beberapa kali gagal melarikan diri dari China, kritikus Partai Komunis China ini awalnya berhasil sampai ke Korea Selatan, tempat dia sempat ditahan sebelum pihak berwenang mengizinkannya pergi.
"Saya sangat senang," kata Dong kepada New York Times setelah tiba di Toronto pada Jumat malam. "Duduk di sini sekarang, rasanya seperti saya telah pulang," katanya lagi.
Dia menceritakan kepada New York Times perjalanannya menyeberangi Laut Kuning dari kota Weihai di China ke Korea Selatan menggunakan perahu karet sepanjang 3,3 meter (11 kaki) dengan mesin tempel kecil (outboard motor) 9,9 tenaga kuda.Awalnya Dong berniat pergi ke Jepang, tetapi dengan cepat kehilangan arah. "Laut dan langit hanyalah hamparan putih yang luas, dan Anda tidak dapat membedakan mana yang mana," ujarnya.Dia mengubah haluannya ke Korea Selatan setela ponselnya mati dan mesin perahu mulai rusak. Menurutnya, seorang nelayan Korea Selatan akhirnya menjemputnya.
Tidak segera jelas bagaimana dia bisa mendapatkan pembebasannya dari pihak berwenang Korea Selatan.
Jurnalis dan aktivis HAM China-Kanada, Sheng Xue, mengunggah foto di X dengan caption: "Dong sedang berjalan-jalan di sekitar lingkungan, sangat gembira hingga berfoto dengan bendera Kanada."
Dong dipecat dari pekerjaannya sebagai polisi setelah menandatangani petisi satu dekade setelah penindasan Lapangan Tiananmen Beijing tahun 1989, menurut kelompok advokasi yang berbasis di AS, Human Rights in China.Dia kemudian menghabiskan sekitar tiga tahun di penjara sejak tahun 2001 atas tuduhan menghasut subversi kekuasaan negara, menurut para pakar PBB, dan ditahan lagi pada tahun 2014 karena aktivitas terkait Tiananmen.
Dong melarikan diri ke Thailand bersama keluarganya, dan bermaksud menetap di Kanada sebagai pengungsi, tetapi otoritas Thailand menyerahkannya kepada polisi China pada tahun 2015 meskipun status pengungsinya diakui PBB.
Pada tahun 2019, Dong gagal mencoba berenang ke wilayah Kinmen, Taiwan. Dia juga pernah melakukan perjalanan ke Vietnam pada tahun 2020, namun ditahan oleh polisi setempat.









