Mengenal Michael Olise, Raja Assist dan Otak Serangan Prancis
Di tengah gemerlap para pencetak gol Piala Dunia 2026, Michael Olise justru bersinar lewat cara yang berbeda. Gelandang serang Prancis itu tampil sebagai otak serangan Les Bleus dan kini resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah turnamen.
Olise telah mengoleksi lima assist, menjadikannya pemain dengan assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia di abad ke-21. Torehan tersebut juga membuatnya sejajar dengan lima legenda sepak bola dunia dalam daftar pemain dengan assist terbanyak dalam satu turnamen.
Pemain Bayern Muenchen itu menyamai catatan Robert Gadocha (Polandia/1974), Pierre Littbarski (Jerman Barat/1982), Diego Maradona (Argentina/1986), dan Thomas Hassler (Jerman/1994), yang sama-sama membukukan lima assist. Di atas mereka hanya ada legenda Brasil, Pele, yang mencatat enam assist saat membawa Selecao menjuarai Piala Dunia 1970.
Baca Juga: Ramalan Nyeleneh Dukun Ghana Viral: Argentina Tersingkir, Portugal Juara Piala Dunia 2026
Rekor lain pun mulai berada dalam jangkauannya. Olise kini semakin mendekati Lionel Messi dan Diego Maradona sebagai pemilik assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Kedua ikon Argentina tersebut sama-sama mengoleksi delapan assist sepanjang karier mereka di ajang empat tahunan itu. Meski belum menjadi pencetak gol utama Prancis, kontribusi Olise sebagai kreator serangan tak tergantikan.
Penampilannya saat menghadapi Swedia menjadi bukti. Selain kembali menciptakan peluang demi peluang, pemain berusia 24 tahun itu nyaris mencetak salah satu gol terbaik turnamen melalui tendangan salto spektakuler yang hanya membentur mistar gawang.
Baca Juga: Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Aksi tersebut bahkan membuat kapten Prancis, Kylian Mbappe, tak mampu menyembunyikan kekagumannya. "Itu adalah keterampilan yang fantastis. Sayangnya tidak masuk, tetapi orang-orang datang ke stadion untuk melihat hal semacam itu," ujar Mbappe dikutip NDTV, Rabu (1/7/2026).
Dari London ke Panggung Dunia
Michael Olise lahir di London, Inggris, pada 12 Desember 2001. Ia memiliki latar belakang keluarga multikultural dengan darah Nigeria, Aljazair, dan Prancis. Setelah menimba ilmu di akademi Chelsea, Manchester City, dan Reading, karier profesionalnya mulai menanjak bersama Reading sebelum direkrut Crystal Palace pada 2021.Di bawah asuhan Patrick Vieira, bakat Olise berkembang pesat. Kemampuan menggiring bola, visi bermain, akurasi umpan, dan kaki kiri yang mematikan membuatnya dikenal sebagai salah satu playmaker muda terbaik di Liga Inggris.Penampilan impresif itu mengantarkannya bergabung dengan Bayern Muenchen pada 2024. Bersama raksasa Bundesliga tersebut, Olise langsung menjadi salah satu pemain kunci.
Pada musim 2025/2026, Olise mencetak 22 gol di semua kompetisi, membantu Muenchen meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal serta melaju hingga semifinal Liga Champions. Performa apiknya di level klub berlanjut bersama Timnas Prancis.
Setelah tampil gemilang di Olimpiade, Olise mendapat kepercayaan menjadi gelandang serang utama di belakang Kylian Mbappe. Kepercayaan itu dibayar lunas lewat penampilan konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.
Bahkan sebelum turnamen dimulai, Olise sudah menunjukkan kelasnya dengan mencetak hat-trick saat Prancis mengalahkan Irlandia Utara 3-1 dalam laga uji coba.
Perjalanan karier Olise membuat banyak pihak percaya ia akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan. Patrick Vieira bahkan pernah menyebut mantan anak asuhnya itu sebagai calon peraih Ballon d'Or.
Kini, dengan usia yang baru menginjak 24 tahun, Olise tak hanya menjadi motor permainan Prancis, tetapi juga mulai menorehkan rekor-rekor yang sebelumnya hanya dimiliki nama-nama besar seperti Pele, Diego Maradona, dan Lionel Messi. Jika mampu mempertahankan performanya hingga akhir turnamen, bukan tidak mungkin Michael Olise akan dikenang sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah tampil di panggung Piala Dunia.










