Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
Senegal harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan cara yang menyakitkan setelah kalah dramatis dari Belgia. Kekalahan itu memantik kontroversi besar karena Belgia mendapat penalti pada penghujung laga usai intervensi VAR, keputusan yang dinilai sejumlah mantan pemain top terlalu lunak dan merugikan Singa Teranga.
Senegal sempat berada di ambang kemenangan bersejarah setelah unggul 2-0 hingga menit ke-86. Namun, Belgia mampu bangkit, memaksakan pertandingan berlanjut, lalu mendapatkan penalti pada menit ke-125. Wasit Said Martinez menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR, menyusul duel antara Lamine Camara dan Youri Tielemans di dalam kotak penalti.
Keputusan itu langsung menjadi bahan perdebatan. Mantan bek Manchester United dan timnas Inggris, Gary Neville, secara terbuka menyatakan tidak yakin pelanggaran tersebut layak berbuah penalti. Dalam siaran ITV, Neville menilai situasinya akan berbeda apabila Tielemans terlebih dahulu memainkan bola sebelum terkena kontak dari Camara.
“Saya benar-benar tidak yakin itu penalti. Jika Tielemans menyentuh bola lebih dulu lalu kemudian dilanggar, itu mungkin berbeda,” kata Neville.
Kritik serupa dilontarkan Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menyebut hadiah penalti tersebut sangat keras bagi Senegal. Keane juga menilai proses pengambilan keputusan wasit memperlihatkan adanya keraguan, mengingat sang pengadil cukup lama menatap layar VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.“Itu sangat, sangat keras untuk Senegal. Anda ingin melihat keyakinan dalam keputusan wasit, tetapi dia terlalu lama melihat layar,” ujar Keane.
Sorotan lebih tajam datang dari Zlatan Ibrahimovic. Mantan penyerang timnas Swedia itu bahkan menyebut Senegal telah “dirampok” oleh keputusan wasit. Ibrahimovic menilai kontak dalam duel Camara dan Tielemans terlalu minim, sementara pemain Belgia dianggap terlalu mudah jatuh demi mendapatkan keuntungan.
“Saya tidak percaya itu penalti untuk Belgia. Senegal dirampok. Kontaknya minim, pemain Belgia membesar-besarkan situasi, dan wasit sepenuhnya termakan,” kata Ibrahimovic kepada Fox Sports Amerika Serikat.
Ibrahimovic juga mengkritik kecenderungan sepak bola modern yang membuat penyerang kerap menjatuhkan diri setelah merasakan sedikit kontak di kotak penalti demi memancing intervensi VAR. Menurutnya, penalti seharusnya diberikan untuk pelanggaran yang jelas, bukan insiden yang membutuhkan banyak tayangan ulang dan perdebatan panjang.
“Penalti harus jelas dan nyata. Seharusnya bukan keputusan yang memerlukan 10 tayangan ulang, tiga sudut kamera, serta lima menit debat untuk meyakinkan orang,” ucapnya.
Penalti tersebut menjadi pukulan telak bagi Senegal, yang sebelumnya tampil sangat efektif dan nyaris mencatat kemenangan fase gugur pertama dalam sejarah mereka. Tielemans kemudian menjalankan tugasnya dengan baik untuk memastikan Belgia membalikkan keadaan dan merebut tiket ke babak 16 besar.
Meski demikian, pelatih Senegal Pape Thiaw memilih tidak memperpanjang polemik. Ia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada wasit, tetapi mengakui timnya kehilangan kesempatan besar setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol di akhir pertandingan.










