Cristiano Ronaldo Dihantui Kutukan Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Nama Cristiano Ronaldo identik dengan rekor, trofi, dan gol-gol penting. Lima gelar Liga Champions, lima Ballon d'Or, serta sederet prestasi bersama klub dan Timnas Portugal menjadi bukti kehebatannya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Namun, di balik karier gemilang tersebut, masih ada satu catatan yang belum mampu dihapus Ronaldo yakni ia belum pernah mencetak gol di fase gugur Piala Dunia. Jelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Kroasia, Jumat (3/7/2026), megabintang berusia 41 tahun itu kembali memiliki kesempatan untuk mematahkan rekor yang terus menghantuinya sepanjang karier internasional.
Sejak menjalani debut di Piala Dunia pada 2006, Ronaldo telah mengoleksi 10 gol di ajang empat tahunan tersebut. Namun, seluruh gol itu lahir pada fase grup. Termasuk dua gol yang dicetak ke gawang Uzbekistan pada Piala Dunia 2026, belum satu pun berhasil ia lesakkan ketika Portugal memasuki babak gugur.
Baca Juga:Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Statistik Opta menunjukkan Ronaldo telah melepaskan 29 tembakan tanpa gol di fase gugur Piala Dunia. Jumlah itu menjadi yang terbanyak sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966, sejajar dengan legenda Brasil, Roberto Carlos.
Rekor Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
TampilBabak Penyisihan: 17Fase Grup: 8Gol:Babak Penyisihan: 10Fase Grup: 0AssistBabak Penyisihan: 2Fase Grup: 0
Total TendanganBabak Penyisihan: 87Fase Grup: 29
PeluangBabak Penyisihan: 18Fase Grup: 9
Mandulnya Ronaldo di fase gugur bukan semata karena minim peluang. Ia masih rata-rata melepaskan 3,6 tembakan per pertandingan, meski turun dibandingkan rata-rata 5,1 tembakan di fase grup.Masalahnya terletak pada kualitas peluang. Nilai expected goals (xG) setiap tembakan Ronaldo di fase gugur hanya mencapai 0,04, jauh lebih rendah dibandingkan 0,14 xG per tembakan pada fase grup. Sebanyak 76 persen tembakannya di fase gugur berasal dari luar kotak penalti.
Sebaliknya, pada fase grup hanya sekitar 51 persen yang dilepaskan dari jarak jauh. Data tersebut menunjukkan Ronaldo lebih sering mengambil keputusan menembak dari posisi sulit ketika menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur.
Baca Juga:Profil Ahmad Daraghmeh, Pemain Sepak Bola Palestina yang Dibunuh Tentara Israel
Di sisi lain, perjalanan Portugal menuju fase gugur hampir selalu diwarnai lawan tangguh. Selama era Ronaldo, Portugal harus menghadapi Belanda (2006), Spanyol (2010), Uruguay (2018), hingga Swiss (2022) di babak 16 besar.
Pada perempat final, mereka berjumpa Inggris pada 2006 dan Maroko pada 2022, sedangkan semifinal 2006 mempertemukan mereka dengan Prancis. Sebagian besar laga tersebut berlangsung ketat dengan selisih hanya satu gol, membuat ruang gerak Ronaldo semakin terbatas.Meski demikian, Portugal tetap mampu mencetak gol di fase gugur melalui pemain lain. Pepe sempat mencetak gol ke gawang Uruguay pada 2018, sedangkan Gonçalo Ramos menjadi bintang saat memborong hattrick dalam kemenangan telak 6-1 atas Swiss pada Piala Dunia 2022 ketika Ronaldo hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Kesempatan Emas Melawan Kroasia
Kini Ronaldo diperkirakan kembali menjadi ujung tombak Portugal saat menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Secara statistik, peluang Selecao das Quinas untuk lolos cukup besar.Berdasarkan 25.000 simulasi superkomputer Opta, Portugal memiliki peluang 68,7 persen untuk melaju ke babak berikutnya. Rekor pertemuan juga berpihak kepada Portugal yang hanya sekali kalah dalam 10 laga terakhir melawan Kroasia di semua kompetisi.
Ronaldo sendiri memiliki catatan positif menghadapi Kroasia dengan mencetak dua gol dalam empat pertemuan. Selain itu, Kroasia tampil kurang meyakinkan sepanjang turnamen ini setelah kebobolan lima gol, memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan tim yang kini dihuni banyak pemain senior.
Dengan dukungan pemain-pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, dan João Félix, Ronaldo berpeluang mendapatkan suplai bola yang lebih baik dibandingkan pada edisi-edisi sebelumnya. Jika mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, laga kontra Kroasia bisa menjadi momen bersejarah bagi Ronaldo untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus menghapus satu-satunya noda besar dalam perjalanan luar biasanya di Piala Dunia.










