Balogun Diselamatkan FIFA, Belgia: Ini April Mop?

Balogun Diselamatkan FIFA, Belgia: Ini April Mop?

Olahraga | sindonews | Senin, 6 Juli 2026 - 14:09
share

Keputusan FIFA mencabut hukuman larangan bermain Folarin Balogun jelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kontroversi. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengaku terkejut dan menilai keputusan tersebut bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Hukuman skorsing satu pertandingan membuat penyerang berusia 25 tahun itu semula dipastikan absen saat menghadapi Belgia.

Namun, hanya beberapa jam sebelum pertandingan, FIFA mengumumkan bahwa hukuman tersebut ditangguhkan sehingga Balogun kembali dinyatakan memenuhi syarat untuk bermain. FIFA menjelaskan keputusan itu diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Selebrasi Berujung Petaka, Henderson Tumbang di Azteca

Keputusan tersebut langsung menuai reaksi keras dari Belgia. Pelatih Rudi Garcia mempertanyakan konsistensi FIFA dan menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia."Saya tidak tahu apakah hari ini 5 Juli atau justru 1 April. Ini seperti lelucon April Mop. Kami tidak hanya membela tim nasional Belgia, tetapi juga membela integritas sepak bola. Ini pertama kalinya keputusan seperti ini diambil di Piala Dunia," ujar Garcia dikutip Independent, Senin (6/7/2026).

RBFA kemudian merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa FIFA telah mengabaikan aturan yang selama ini diterapkan sepanjang turnamen. Menurut federasi tersebut, Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA dengan jelas menyatakan bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis menjalani skorsing pada pertandingan berikutnya.

Baca Juga: Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026

Ketentuan serupa juga tercantum dalam Peraturan Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026 Pasal 10.5, yang menegaskan bahwa hukuman tersebut berlaku secara otomatis. RBFA juga menyebut aturan itu telah disosialisasikan kepada seluruh peserta melalui surat edaran resmi FIFA serta dibahas dalam setiap pertemuan koordinasi pertandingan sebelum laga berlangsung.

Karena itu, federasi sepak bola Belgia menyatakan tengah mempelajari seluruh opsi yang dapat ditempuh guna melindungi prinsip keadilan dan integritas kompetisi. Kontroversi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji keputusan FIFA melalui media sosialnya. Trump bahkan menyebut FIFA telah "membalikkan ketidakadilan besar", memicu spekulasi mengenai dugaan adanya lobi politik di balik pencabutan skorsing Balogun.

Meski demikian, FIFA belum memberikan komentar terkait dugaan intervensi tersebut dan tetap menegaskan bahwa keputusan diambil sesuai ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA. Ini bukan kali pertama FIFA menggunakan Pasal 27 untuk menangguhkan sanksi. Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu juga pernah menangguhkan sebagian hukuman Cristiano Ronaldo sehingga kapten Portugal tersebut tetap dapat tampil pada awal Piala Dunia 2026.

Topik Menarik