Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Partai final kategori U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 akan mempertemukan Akademi Persib Bandung dan Putri Garut di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7) pukul 14.00 WIB.
Akademi Persib memastikan tiket final setelah menaklukkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1 pada semifinal. Sementara Putri Garut melangkah ke partai puncak usai mengalahkan Arema FC Women dengan skor tipis 1-0.
Laga final diprediksi berlangsung menarik. Putri Garut berpeluang menutup turnamen dengan rekor tak terkalahkan, sedangkan Akademi Persib bertekad melengkapi dominasi mereka setelah sebelumnya menjadi juara di tingkat regional.
Akademi Persib Menang Dramatis atas Putri JP Jakarta
Semifinal pertama berlangsung ketat sejak menit awal. Putri JP Jakarta lebih dulu mengambil inisiatif menyerang, namun Akademi Persib tampil disiplin dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat.Peluang terbaik Akademi Persib pada babak pertama sempat hadir melalui Nasywa Salsabila Fatah pada menit ke-12, tetapi tembakannya masih melambung.
Putri JP juga memberikan ancaman lewat Lareina Ramira Savvy, namun kiper sekaligus kapten Akademi Persib, Gadhiza Asnanza, tampil sigap mengamankan peluang tersebut.
Saat pertandingan memasuki injury time babak pertama, Akademi Persib mendapat hadiah penalti setelah Keyra Az Zahra dilanggar Sabrina Zee Alfiansih Supriyatna di dalam kotak penalti. Auliah Arifah yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Akademi Persib unggul 1-0 hingga turun minum.Memasuki babak kedua, Putri JP Jakarta meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-45 melalui sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani setelah memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok Aurellia Anindya Tawaris. Skor berubah menjadi 1-1.
Ketika pertandingan diprediksi akan berlanjut ke adu penalti, Auliah kembali menjadi pembeda. Pada menit ke-69, ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Fathia Neeza untuk membawa Akademi Persib unggul 2-1.
Putri JP berusaha mengejar ketertinggalan hingga masa injury time, tetapi pertahanan Akademi Persib mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Striker Akademi Persib, Nasywa Salsabila Fatah, mengaku bersyukur bisa membawa timnya melaju ke final.
"Aku bersyukur banget ke Allah Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan hari ini, dan berkat kerja keras teman-teman, ofisial dan semua tim di lapangan. Tadi sama-sama saling counter, tapi kami bisa mengontrol tempo permainan. Di final besok, kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini. Jadi kami akan memanfaatkan waktu recovery singkat ini, bagaimanapun besok kami habiskan tenaga untuk jadi juara," ujar Nasywa.Pelatih Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, memuji semangat juang para pemainnya yang tetap tampil maksimal meski mulai kelelahan.
"Alhamdulilah Akademi Persib Bandung bisa melangkah ke fase selanjutnya. Ini pertandingan yang sangat luar biasa, karena saling jual beli serangan. Saya menekankan untuk lebih sabar bermainnya dan sesuai skema. Dari pinggir lapangan saya hanya bisa memberikan motivasi pada mereka. Saya akan serahkan pada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua. Tapi yang jelas untuk lawan besok, ditunggu sama 'Maung Bandung'," tegasnya.Meski gagal lolos ke final, striker Putri JP Jakarta, Kikka Putri Ramadani, tetap bangga dengan perjuangan timnya."Kecewa karena kalah, tapi saya bangga dengan teman-teman yang telah berjuang di lapangan. Kami habiskan semua tenaga dan berikan yang terbaik buat pelatih. Di semifinal ini lawannya tangguh. Ini merupakan perjalanan buat kami, semoga bisa lebih baik lagi. Turnamen ini menjadi wadah untuk kami belajar dan berkembang. Tentu aku selalu berusaha cetak gol dan push kemampuan diri aku sendiri untuk menampilkan yang terbaik," katanya.Pelatih Putri JP Jakarta, Herry Susilo, menilai pengalaman tampil di kompetisi nasional sangat penting untuk membangun mental para pemain muda.
"Saya apresiasi penuh perjuangan mereka. Walaupun tertinggal, semangat mereka ingin selalu tidak kalah. Di laga tadi kita tidak berbicara teknis, tapi mental lawan lebih siap daripada Putri JP Jakarta yang masih nervous. Hal itu membuat komunikasi di lapangan tidak jalan. Turnamen ini luar biasa. Selama ini kami tidak punya kompetisi sepak bola putri yang jelas. Terima kasih kepada HYDROPLUS dan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Semoga kompetisi ini dilanjutkan dengan tim yang lebih banyak," ujarnya.
Putri Garut Singkirkan Arema FC Women
Semifinal lainnya mempertemukan Putri Garut dengan Arema FC Women. Kedua tim tampil hati-hati sehingga pertandingan lebih banyak berlangsung di lini tengah. Pressing ketat membuat peluang bersih sangat minim sepanjang babak pertama.Putri Garut sempat mengancam melalui kerja sama Irna dan Diana Annisa Rahmawati, sementara Arema memperoleh peluang terbaik lewat Oktavia Safara Putri yang berhasil lolos dari jebakan offside. Namun, penyelamatan gemilang Alwiwie Sunanto membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, ritme pertandingan tidak banyak berubah. Kedua tim bermain lebih sabar untuk menghindari kesalahan.
Gol kemenangan Putri Garut akhirnya lahir akibat kesalahan kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, saat mengantisipasi bola panjang yang dikirim Nazwa Bilbina Putri. Bola yang seharusnya mudah diamankan justru masuk ke gawang sendiri dan membawa Putri Garut unggul 1-0.
3 Tunggal Putra dengan Power Smash Terkuat di Indonesia Open 2026, Nomor 1 Pebulu Tangkis Thailand!
Tertinggal satu gol, Arema FC Women meningkatkan tekanan hingga akhir pertandingan. Namun, pertahanan rapat Putri Garut mampu bertahan sehingga skor 1-0 tetap bertahan sampai peluit panjang.Bek sekaligus kapten Putri Garut, Ayu Wulan Agustin, mengaku bangga bisa membawa timnya melaju ke final.
"Sejujurnya bagi saya pribadi, saya bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final," ujarnya.Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah, mengatakan strategi bertahan dan serangan balik berjalan sesuai rencana.
"Kami berhasil tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus. Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik," katanya.
Ia juga mengaku telah menyiapkan strategi khusus menghadapi Akademi Persib di final.
"Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas total football. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal. Tapi karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti," tambah Depi.
Pemain Arema FC Women, Merisya Ika Hendrawan, mengakui timnya kurang maksimal dalam komunikasi sehingga gagal mencetak gol balasan."Sebetulnya komunikasi sempat berjalan dengan baik dan bahkan sempat intens menyerang, tapi karena kurang komunikasi jadinya enggak berbuah gol. Kalau seandainya bisa fokus sedikit saja, mungkin ceritanya berbeda. Buat kami pertandingan tadi jadi pelajaran berharga untuk terus meningkatkan level permainan di masa mendatang," ujarnya.
Pelatih Arema FC Women, Dindin Wahyudin, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya meski gagal melaju ke final.
"Saya apresiasi perjuangan para pemain meski hasil ini belum sesuai dengan keinginan kami. Tapi tidak apa-apa karena sepak bola juga ada menang kalah. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk musim berikutnya mulai dari kualitas pemain dan pembinaan internal. Saya rasa ini adalah momentum yang baik untuk evaluasi," katanya.Ia juga menilai kualitas penyelenggaraan dan persaingan pada putaran nasional meningkat dibanding fase regional.
"Secara keseluruhan, banyak peningkatan yang terjadi di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 jika dibandingkan dengan fase regional. Mulai dari segi penyelenggaraan hingga level permainan lawan. Kami memahami, karena ini sudah masuk level nasional. Artinya, para pemain harus bisa meningkatkan level permainan untuk bisa lebih kompetitif ke depannya," pungkasnya.
Selain pertandingan sepak bola putri, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 juga dimeriahkan Band & Dance Competition yang diikuti pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas dan semangat kompetitif di luar lapangan.









