Kemhan Sangkal Wajibkan Kadet Lepas Hijab, Hanya Penyesuaian saat Latsarmil

Kemhan Sangkal Wajibkan Kadet Lepas Hijab, Hanya Penyesuaian saat Latsarmil

Nasional | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 14:09
share

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyangkal mewajibkan kadet perempuan untuk melepas hijab dalam menjalankan pendidikan. Menurut Kemhan, tidak ada ketentuan yang melarang penggunaan hijab bagi kadet perempuan.

Kepala Biro Informasi dan Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Peraturan Rektor Unhan Nomor 28 Tahun 2025 justru menempatkan nilai ketakwaan sebagai bagian dari kode kehormatan kadet.

Baca juga: 242 Kadet Unhan Digembleng Sebulan di Akademi Militer Magelang

"Kemhan menegaskan bahwa dalam Peraturan Rektor Unhan RI Nomor 28 Tahun 2025 tentang Pedoman Kehidupan Kadet Universitas Pertahanan tidak terdapat ketentuan yang secara spesifik melarang penggunaan hijab bagi Kadet perempuan," ujar Rico dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Meski demikian, Rico tak membantah adanya penyesuaian busana saat Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang dilaksanakan di Akademi Militer, Magelang. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan selama latihan.Rico menegaskan ketentuan tersebut merupakan pengaturan teknis dalam pelaksanaan Latsarmil dan bukan dimaksudkan sebagai pembatasan terhadap keyakinan maupun pelaksanaan ajaran agama.

"Dalam kehidupan sehari-hari, Kadet perempuan Muslim dapat menggunakan hijab ketika berada di lingkungan tempat tinggal atau mess serta pada kegiatan tertentu di luar kampus, termasuk saat melaksanakan magang," katanya.

Dalam kegiatan pendidikan dan latihan, penggunaan pakaian kadet disesuaikan dengan jenis dan karakter kegiatan. Penyesuaian tersebut tetap memperhatikan aspek keseragaman, disiplin, keamanan, dan keselamatan.

Sebagai bagian dari evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan, Rico menyebut Menteri Pertahanan telah memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam Kadet Unhan disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim.

"Penggunaannya akan diatur secara seragam dan proporsional, termasuk tata cara penggunaan hijab yang memperhatikan aspek kerapian, disiplin, keamanan, keselamatan, serta tidak mengganggu keleluasaan gerak dalam kegiatan pendidikan dan latihan," ucapnya.

Sebelumnya, seorang kadet mahasiswa Cohort 7 Unhan berinisial WA memilih mengundurkan diri usai mengaku diminta melepas hijab jika dinyatakan diterima. Dalam unggahan di media sosialnya, dia menyebut perempuan yang memakai hijab memang difasilitasi selama mengikuti tes, namun tak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa.

"Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang cuma itu. Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka," tulis WA dalam unggahan instagramnya.

Topik Menarik