Destry Damayanti Ikuti Fit and Proper Test di DPR, Paparkan Strategi Ini

Destry Damayanti Ikuti Fit and Proper Test di DPR, Paparkan Strategi Ini

Ekonomi | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:31
share

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti resmi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon tunggal Gubernur BI di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Destry menekankan arah kebijakan yang dibawanya berlandaskan pengalaman mendalam selama menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

“Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa menjaga stabilitas saja belum cukup,” ujar Destry saat memaparkan visi dan misinya di hadapan Komisi XI DPR RI.

Baca Juga: Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Destry mengulas perubahan lanskap global yang diwarnai ketegangan geopolitik, fluktuasi pasar keuangan, hingga risiko pesatnya era digitalisasi, namun menilai fundamental ekonomi nasional sejauh ini tetap berdaya tahan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29 secara tahunan (year-on-year), serta laju inflasi Juli 2026 yang terjaga di level 2,88, masih dalam rentang target 2,5 plus minus 1.

Namun, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpuas diri mengingat optimalisasi undisbursed loan, kredit UMKM, dan perbaikan daya beli masih memerlukan dorongan lanjutan. Destry mengusung visi untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang adaptif, relevan, serta kredibel dalam mengawal stabilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Visi tersebut ditopang oleh tiga misi utama, yakni menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, berkontribusi langsung dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui skema sinergi merah putih. Visi ini diterjemahkan ke dalam lima inisiatif strategis yang mencakup penguatan bauran kebijakan BI, revitalisasi kebijakan lalu lintas devisa, pemajuan keuangan inklusif dan hijau, inovasi tata kelola kelembagaan, serta penguatan sinergi nasional.Di bidang moneter, pergerakan nilai tukar rupiah akan digawangi intervensi terukur dan operasi moneter yang adaptif, sementara di sektor makroprudensial, fasilitas likuiditas diarahkan untuk menyokong sektor-sektor prioritas nasional. Mengenai sistem pembayaran, digitalisasi via QRIS terus dipacu tanpa mengabaikan pemenuhan kebutuhan kas fisik masyarakat.

“Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T,” kata Destry.

Baca Juga:Ini Alasan Prabowo Pilih Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Ia juga mendorong peranan 46 kantor perwakilan BI di seluruh daerah untuk tampil sebagai mitra strategis pemda dalam memicu hilirisasi, industrialisasi, serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Destry menegaskan bahwa sinergi menjadi modal dasar dalam mengeksekusi seluruh program prioritas bank sentral dengan berpegang pada prinsip 3I dan 1S, yakni impactful, inklusif, dan integrasi yang dijalankan melalui sinergi.

“Sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ungkapnya.

Topik Menarik