Partai Perindo Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Gempa di Manggarai NTT
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung belum kembali terasa aman bagi sebagian warga terdampak gempa M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Trauma terhadap gempa susulan membuat warga Desa Compang Ndehes, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, masih memilih tidur di tenda dan kesulitan kembali menjalankan aktivitas untuk mencari nafkah.
Kondisi tersebut membuat kehidupan warga belum sepenuhnya pulih setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Di tengah keterbatasan itu, kebutuhan bahan pokok menjadi salah satu persoalan yang harus dipenuhi warga selama masih bertahan di tenda pengungsian.
Situasi tersebut terlihat saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah meninjau langsung lokasi pengungsian di Manggarai, Rabu (26/8/26). Dia melihat sebagian masyarakat masih memilih tidur di tenda karena khawatir kembali ke rumah jika terjadi gempa susulan.
Baca juga: Salurkan Bantuan 1 Ton Beras untuk Korban Gempa di Desa Gera, Perindo Sikka Dorong Pemulihan Ekonomi
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
“Saya berada di tenda pengungsian yang sampai saat ini masyarakat masih belum mau tinggal di rumah karena khawatir terjadi gempa susulan. Nah, oleh karena itu banyak di daerah-daerah terdampak masyarakat menggunakan tenda-tenda seperti ini untuk tidur di malam hari,” kata Ferry saat ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (26/8/2026).Melihat kondisi tersebut, Partai Perindo menyalurkan bantuan kebutuhan pokok secara langsung ke sejumlah desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai. Bantuan itu terdiri atas 450 karung beras masing-masing seberat 5 kilogram atau sebanyak 2,25 ton, 450 dus air mineral, 450 papan telur atau sekitar 800 kilogram, serta 150 dus mi instan.
“Kita berempati, kita bersimpati terhadap masyarakat terdampak dan Partai Perindo hadir. Dan kita memberikan bantuan sebagai tanda cinta, tanda kasih kami atas kondisi yang memang terjadi di masyarakat di Flores di NTT ini dan terutama di Kabupaten Manggarai,” ujar Ferry.
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Lihat video: TRAUMA GEMPA NTT! Warga Enggan Pulang & Memilih Bertahan di Tenda Pengungsian!
Bagi warga, bantuan tersebut hadir ketika mereka masih menghadapi rasa takut sekaligus keterbatasan untuk kembali bekerja. Salah satu perwakilan warga Desa Compang Ndehes, Sabinus Mustaram, mengatakan kepanikan terjadi sejak gempa pertama pada pukul 05.58 WITA ketika sebagian masyarakat masih tidur dan sebagian lainnya sudah terbangun.“Rasa takut dan trauma ketika terjadi gempa susulan. Itu yang sampai saat sekarang masyarakat di Ndehes itu tidur malamnya di tenda-tenda. Rumah yang mereka tinggali mereka lepaskan itu karena takut terjadi gempa susulan,” kata Sabinus.
Kondisi itu juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian warga yang belum dapat berjalan normal. Sabinus mengatakan masyarakat untuk sementara hanya bertahan di tenda masing-masing sehingga bantuan yang datang langsung ke desa menjadi dukungan bagi warga.“Kami merasa bersyukur itu dari Partai Perindo turut mengambil bagian dalam duka yang kami alami. Karena kami saat sekarang itu tidak bisa ke mana-mana untuk mencari nafkah, hanya bertahan di tenda kami masing-masing,” ujarnya.
Situasi yang dialami warga Manggarai tersebut menjadi bagian dari dampak luas gempa Flores. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 orang mengungsi, sementara 81.436 rumah serta 1.951 fasilitas umum, termasuk sekolah, masjid, dan kantor pemerintahan, terdampak, dengan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Di tengah kondisi tersebut, Partai Perindo menilai kebutuhan warga tidak berhenti pada bantuan selama berada di pengungsian. Pemulihan infrastruktur menjadi penting agar masyarakat dapat kembali ke rumah, bekerja, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.










