Kekeringan Hantam Pertanian Jayawijaya, Abner Asso Turun Salurkan Bantuan Pangan

Kekeringan Hantam Pertanian Jayawijaya, Abner Asso Turun Salurkan Bantuan Pangan

Nasional | sindonews | Rabu, 23 September 2026 - 15:55
share

Kekeringan mulai menghantam lahan pertanian warga di Distrik Kuyawage, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Menyusutnya sumber air tak hanya mengancam produksi pangan, tetapi juga memperberat beban warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya dari Partai Perindo Abner Asso turun langsung melihat kondisi warga di Kuyawage, kemarin. Dia sekaligus menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Baca juga:Batas Bebas Pajak UMKM Dievaluasi, Perindo: Langkah Positif Dorong Usaha Naik Kelas

"Air sangat penting untuk kebutuhan masyarakat. Ketika sumber air berkurang, aktivitas warga ikut terganggu. Karena itu, kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian berbagai pihak," ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Abner, debit sumber air yang menurun membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi hingga menjaga kebersihan. Kondisi itu juga berdampak pada lahan pertanian yang kekurangan pasokan air.

"Kekeringan berpotensi mempengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang panjang," kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jayawijaya ini.Dampaknya tidak berhenti pada persoalan pangan. Penurunan produktivitas pertanian juga dinilainya dapat memengaruhi pendapatan dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, penanganan kekeringan perlu melihat keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Perindo Pro Ekonomi. Dalam konteks Kuyawage, menjaga keberlanjutan pertanian menjadi bagian penting untuk mempertahankan produktivitas dan ketahanan ekonomi warga.

Abner meminta pemerintah pusat dan daerah memberi perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak. Dia juga mendorong keterlibatan DPR RI, DPRP, DPRD kabupaten, tokoh masyarakat dan berbagai elemen untuk bersama-sama mendorong langkah kemanusiaan.

"Termasuk anggota DPR RI, DPRP, DPRD kabupaten, serta para tokoh masyarakat dan elemen lainnya untuk bersama-sama mendorong langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak," tuturnya.

Abner menegaskan, penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan saat kondisi darurat. Kekeringan yang berkepanjangan membutuhkan langkah berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan air bersih, pangan, kesehatan sekaligus produktivitas warga. Lihat grafis:Kering Ekstrem Meluas, 1.637 Titik Tanpa Hujan

"Dampak kekeringan ini perlu dilihat secara serius oleh semua elemen dan tokoh masyarakat. Waktu pemulihan di wilayah terdampak bisa membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, perhatian serius dari semua pihak sangat diperlukan demi kemanusiaan," tuturnya.

Dia berharap bantuan tersebut meringankan beban keluarga di Kuyawage sekaligus memperluas perhatian terhadap kondisi warga yang terdampak kekeringan. "Kami harap, apa kepedulian dari sesama untuk membantu masyarakat di sini," ucap alumnus SMTK Tom Bozeman Sinakma Wamena ini.

Topik Menarik