Asosiasi Peritel Minta Iklan Buatan AI Generatif Dikecualikan dari UU Terbaru di Uni Eropa

Asosiasi Peritel Minta Iklan Buatan AI Generatif Dikecualikan dari UU Terbaru di Uni Eropa

Teknologi | idxchannel | Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:44
share

IDXChannel—Asosiasi Ritel Eropa (Eurocommerce) meminta agar iklan-iklan yang dibuat dengan generative artificial intelligence (gen AI) untuk dikecualikan dalam undang-undang baru tentang AI di Uni Eropa.

Melansir Reuters (20/6/2026), dalam aturan yang mulai berlaku pada 2 Agustus tersebut, disebutkan bahwa perusahaan harus memberikan label ‘deep fake’ pada konten gambar, video, dan audio yang dibuat dengan AI.

Namun, Eurocommerce menyurati Chief Tech European Union Henna Virkkunen untuk mengecualikan iklan-iklan yang dibuat dengan AI dalam undang-undang tersebut. 

Sebagai tambahan informasi, Eurocommerce beranggotakan beragam perusahaan ritel yang beroperasi di Uni Eropa. Termasuk di antaranya adalah Amazon, H&M, Inditex, Ikea, dan sebagainya. 

Direktur Eurocommerce Christel Delberghe mengatakan bahwa iklan yang dibuat dengan AI tidak bermaksud dan dimaksudkan untuk mengelabui konsumen. Sehingga, iklan-iklan tersebut mestinya tidak dimasukkan dalam definisi deep fake. 

Dalam surat yang dikirim ke Virkkunen tersebut, Eurocommerce mencontohkan iklan AI bergambar ruang tengah untuk menampilkan produk sofa, atau untuk memperindah tampilan visual produk untuk tujuan penyajian gambar.

Peritel kini mulai memanfaatkan AI untuk membuat gambar-gambar produk untuk tujuan marketing. Teknologi tersebut diklaim membantu peritel untuk memangkas biaya produksi hingga 90 persen. 

Sementara peritel fashion seperti H&M dan Zara mulai menggunakan AI untuk membuat gambar ‘model’ untuk menampilkan produk pakaian. 

Penerapan aturan terhadap iklan-iklan AI yang digunakan peritel akan memaksa perusahaan untuk melabeli banyak konten yang dibuat dengan AI, dan dikhawatirkan memengaruhi nilai informasi produk yang diungkapkan kepada konsumen. 

Sebagai peritel, perusahaan diwajibkan mengungkapkan informasi produk kepada konsumen. Misalnya, bahan-bahan yang digunakan produsen, kandungan nutrisi, dan material yang digunakan oleh produsen. 

Namun, permintaan asosiasi peritel Eropa ini belum ditanggapi oleh pemerintah Uni Eropa.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik