Menhaj Sebut Transportasi hingga Akomodasi Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen

Menhaj Sebut Transportasi hingga Akomodasi Haji 2026 Hampir Siap 100 Persen

Terkini | idxchannel | Kamis, 8 Januari 2026 - 14:24
share

IDXChannel - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyatakan persiapan pelaksanaan haji 2026 relatif hampir 100 persen. Mulai akomodasi sampai transportasi dari Indonesia hingga di Tanah Suci.

Gus Irfan menyebut, pemerintah sudah memastikan dua syarikah atau perusahaan swasta resmi dari Arab Saudi yang mengurus layanan jamaah haji. Akomodasi dan transportasi selama berdiam di Armuzna (Arofah, Musdalifah, dan Mina) pun sudah sebagian besar tertangani.  

"Transportasi sudah 100 persen, konsumsi sudah 100 persen, akomodasi Madinah sudah 93 persen, akomodasi di Mekah belum terlalu signifikan, tapi Insya Allah dalam waktu seminggu ini kita pastikan akan bisa segera selesainya," kata Gus Irfan dalam acara media briefing di asrama haji, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026).

Meski begitu, Gus Irfan mengatakan ada saja kendala dalam persiapan pelaksanaan Haji 2026, seperti saat tender pengadaan barang dan jasa. Namun, semua bisa diminimalisir, semisal transportasi yang pada periode sebelumnya tidak disiapkan jauh hari.

"Penerbangan InsyaAllah sudah kita fokuskan, ini berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu penerbangan difokuskan mendekati hari H, kami sudah fokuskan jauh hari sebelumnya. Kemudian permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh kedua penerbangan ini yaitu Saudi dan Garuda, insyaallah penerbangan tidak ada kendala yang signifikan," ujarnya.

Gus Irfan menambahkan ada beberapa embarkasi tambahan yang disiapkan. Penambahan embarkasi untuk memperluas jangkauan layanan jamaah haji.

"Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, embarkasi di Banten untuk Jawa Barat, sebagian Jawa Barat, kemudian ada juga embarkasi di Jogja. Jogja ini agak istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji," ujar dia.

Adapun Kementerian Haji dan Umrah RI telah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sebanyak 221.000 jemaah. Berdasarkan data pada aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jamaah haji khusus (8 persen).

Jumlah ini tetap sama seperti tahun sebelumnya dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik