Nvidia Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI, Ini Respons BKPM

Nvidia Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI, Ini Respons BKPM

Terkini | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 19:04
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merespons keputusan perusahaan teknologi global Nvidia yang memilih berinvestasi di Johor Bahru, Malaysia, dibandingkan Indonesia. Keputusan itu disebut karena mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi di bidang komputer, khususnya lulusan magister dan doktor.

"Kalau yang saya sempat dengar bahwa mereka memilih Malaysia salah satunya karena mereka mendata tuh berapa master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka. Ya, suka tidak suka ternyata dari hasil observasi mereka, Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer, dan juga master di bidang itu," ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dia mengakui meski Indonesia memiliki kawasan digital strategis seperti Nongsa Digital Park di Batam yang telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pengembangan ekosistem teknologi, namun belum cukup tanpa dukungan SDM berdaya saing tinggi.

Nurul menegaskan pemerintah perlu menyusun strategi pencetakan SDM berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) secara lebih terarah. Dia mendorong perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menyesuaikan kurikulum dan kapasitas lulusan dengan kebutuhan industri teknologi masa depan.

"Jangan sampai kita terus memproduksi SDM yang tidak relevan dengan kebutuhan industri ke depan, yang notabene semakin didukung oleh penguasaan teknologi," tegasnya.

Nurul menambahkan, penguatan pendidikan STEM harus menjadi arus utama dalam kebijakan peningkatan kualitas SDM nasional agar Indonesia tidak tertinggal dalam menarik investasi teknologi bernilai tambah tinggi. 

Pemerintah juga tengah mendorong kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan untuk memastikan link and match antara dunia usaha dan dunia akademik, sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sektor teknologi global.

Topik Menarik