Iran Bantah Hukum Gantung Demonstran: Tak Ada Rencana Sama Sekali
TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran dengan tegas membantah tudingan menerapkan hukuman gantung terhadap para demonstran yang ditangkap selama gelombang kerusuhan akhir Desember 2025. Bantahan itu disampaikan langsung Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan Fox News, Araghchi menegaskan pemerintah Iran tidak pernah merencanakan hukuman gantung terhadap para peserta aksi yang ditangkap.
“Tidak ada rencana untuk menggantung sama sekali,” kata Araghchi, dikutip Kamis (15/1/2026).
Dia juga menegaskan situasi di Iran kini telah sepenuhnya terkendali. Sudah tak ada lagi demonstrasi dan situasi di Iran sudah tenang sejak 4 hari terakhir.
“Saya bisa sampaikan kepada Anda, bahwa sekarang sudah 4 hari semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” ujar Araghchi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan militer ke Iran jika pemerintah Teheran menggantung atau mengeksekusi demonstran yang ditahan aparat keamanan.
Gelombang demonstrasi di Iran pecah sejak 28 Desember 2025, dipicu oleh gejolak ekonomi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial terhadap dolar AS. Aksi awal dimulai dari mogok kerja para pemilik toko di Pasar Besar Teheran sebelum meluas ke berbagai kota besar lainnya.
Meski awalnya berlangsung damai, demonstrasi kemudian berubah menjadi kerusuhan yang diwarnai pembakaran dan bentrokan.










