Iran Tahu Bagaimana Cara Hancurkan Pangkalan Militer AS, Peringatan bagi Trump
TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas, terlebih Teheran mengetahui bagaimana cara menghancurkan pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah.
Pernyataan ini menjadi peringatan langsung bagi Presiden AS Donald Trump di tengah indikasi persiapan serangan militer terhadap Iran.
Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, melontarkan peringatan keras kepada Washington. Dia menegaskan militer Iran mengetahui secara detail cara menyerang dan melumpuhkan Pangkalan Udara (Lanud) Al Udeid, Qatar, berdasarkan pengalaman serangan tahun lalu.
Menurut Shamkhani, serangan Iran pada Juni 2025 merupakan bukti nyata kemampuan Teheran dalam membalas setiap agresi militer.
“Hal itu tentu akan membantu untuk menciptakan pemahaman nyata tentang kemauan dan kemampuan Iran dalam membalas serangan apa pun,” tulis Shamkhani, di media sosial X, dikutip dari BBC, Kamis (15/1/2026).
Sebelumnya AS menarik sejumlah personel militernya dari Lanud Al Udeid. Langkah tersebut memicu spekulasi bahwa serangan AS ke Iran tinggal menunggu waktu. Al Udeid merupakan pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah sekaligus markas pusat Komando Pusat AS (Centcom) untuk seluruh operasi udara di kawasan.
Pangkalan strategis tersebut bukan target asing bagi Iran. Pada Juni 2025, Al Udeid menjadi sasaran serangan balasan Iran setelah Angkatan Udara AS menggempur tiga fasilitas nuklirnya. Meski tak menimbulkan korban jiwa, satu rudal balistik Iran dilaporkan berhasil menghantam area pangkalan.
Sejumlah pejabat AS kepada CBS News menyebut penarikan personel dari Al Udeid sebagai langkah pencegahan menghadapi eskalasi konflik. Sementara itu, pemerintah Qatar menegaskan langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan dan keselamatan warga serta pendatang di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
“Pemerintah Qatar akan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi infrastruktur penting dan fasilitas militer,” demikian pernyataan resmi pemerintah Qatar.
Lanud Al Udeid yang berada di luar Ibu Kota Doha berdiri di atas lahan seluas sekitar 24 hektare dan menampung sekitar 10.000 personel militer. Selain pasukan AS, sejumlah personel militer Inggris juga bertugas secara bergilir di pangkalan tersebut.










