Tegas! Gubernur California Sebut Israel Seret AS ke Dalam Perang Panjang

Tegas! Gubernur California Sebut Israel Seret AS ke Dalam Perang Panjang

Terkini | inews | Rabu, 4 Maret 2026 - 21:06
share

LOS ANGELES, iNews.id - Gubernur California Gavin Newsom dengan lantang membandingkan Israel dengan negara apartheid. Politisi Partai Demokrat itu menuduh Israel menyeret Amerika Serikat ke dalam perang sekaligus memaksa AS memberikan dukungan perang jangka panjang bagi negara Yahudi itu.

Newsom bahkan tak ragu mengkritik keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atau akrab disapa Bibi.

"Masalah Bibi menarik, karena dia memiliki masalah dalam negeri sendiri. Dia berusaha lolos dari hukuman penjara. Dia akan menghadapi pemilihan umum," kata Newsom, merujuk pada kasus korupsi yang dihadapi Netanyahu, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (4/3/2026).

Proses pengadilannya sempat tertunda karena perang Israel di Jalur Gaza sementara pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada Oktober ini.

“Dia berpotensi terpojok. Dia memiliki pendukung garis keras yang ingin mencaplok Tepi Barat. Maksud saya (Thomas) Friedman dan yang lain membicarakannya dengan tepat sebagai 'negara apartheid'," kata Newsom, merujuk pada kolumnis surat kabar The New York Times yang awalnya pro-Israel kini berbalik menjadi pengkritik.

Ditanya apakah AS harus mempertimbangkan kembali bantuan militer untuk Israel, Newsom berkomentar, "Ini membuat hati saya hancur, karena kepemimpinan saat ini di Israel membawa kita ke jalan di mana saya rasa Anda tidak punya pilihan selain mempertimbangkan hal tersebut."

Dengan dukungan bipartisan (Partai Republik dan Demokrat), Israel menjadi penerima bantuan luar negeri AS terbesar sejak 1946. Namun, polling baru-baru ini, untuk pertama kali menunjukkan, warga AS, terutama di kalangan anak muda, lebih bersimpati kepada Palestina daripada Israel.

Newsom dikenal merupakan pengkritik Presiden Donald Trump maupun menjadi sasaran kritikannya. Banyak pengamat memperkirakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Demokrat pada 2028.

Topik Menarik