Lawan Rasialisme di Sepak Bola, Hanif Sjahbandi Pastikan APPI Siap Beri Perlindungan Hukum bagi Pemain
JAKARTA - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengambil sikap tegas dengan menyiapkan bantuan hukum dan psikososial bagi para pemain yang menjadi korban tindakan rasialisme. Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak atlet terlindungi di tengah dinamika kompetisi nasional yang kian memanas.
Pernyataan itu disampaikan Presiden APPI, Hanif Sjahbandi, setelah kembali muncul kasus komentar rasialis yang menimpa pemain muda di kompetisi nasional. Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur pada Senin 2 Maret 2026 lalu.
Dua pemain muda menjadi sasaran komentar bernada rasialis usai pertandingan tersebut. Mereka adalah Mikael Alfredo Tata dari Persebaya Surabaya dan Kakang Rudianto dari Persib Bandung.
1. Komitmen Pendampingan Hukum dan Psikologis
AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini
"Kami langsung berkomunikasi dengan pemainnya sendiri ingin seperti apa. Kami posisinya memberi layanan pendampingan (hukum dan psikolog). Kalau memang ingin lanjut diproses (hukum) bisa kami dampingi," kata Hanif kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
Hanif menegaskan pemberian pendampingan kepada pemain merupakan bagian dari tanggung jawab APPI sebagai organisasi yang menaungi para pesepak bola profesional di Indonesia. Pemain Persija Jakarta itu ingin memastikan para pemain merasa aman, baik saat bertanding maupun ketika menjalani kehidupan di luar lapangan.
"Kami memberi benefit. Tinggal pemainnya mau atau tidak. Kalau pemain butuh pendampingan psikolog juga akan kami wadahi," ujar Hanif.
2. Laporan Resmi ke Operator
Sebelumnya, manajemen Persebaya telah menyampaikan laporan resmi terkait komentar rasialis yang menimpa Mikael Tata. Laporan tersebut ditujukan kepada APPI serta I.League sebagai operator kompetisi.
Pihak klub juga menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mengenai sikap mereka terhadap tindakan rasialisme. Persebaya menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menghargai perbedaan.










