Danantara Siapkan Anggaran Rp16 Triliun untuk Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta
JAKARTA, iNews.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Setidaknya terdapat 18 tower rumah susun (rusun) subsidi yang akan dibangun.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menuturkan, pihaknya siap mendukung pembiayaan pembangunan 18 tower rusun subsidi di Meikarta hingga Rp16 triliun.
“Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kita akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya, kalau ini jadi dengan 32 lantai, kurang lebih itu range-nya antara Rp14–Rp16 triliun,” ujar Rosan usai groundbreaking rusun subsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Dia menambahkan, Danantara juga akan mendukung penuh pembiayaan proyek hunian karena diproyeksi memiliki potensi kebutuhan pasar hingga mencapai 140.000 unit.
“Dari segi pembiayaannya kita akan dukung secara penuh. Karena kalau kita lihat, ini proyek yang sangat baik, dan juga supply dan demand sangat banyak,” tuturnya.
Rosan menuturkan, kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor swasta, dalam hal ini Lippo Group, diperlukan agar pengembangan kawasan hunian dapat dirancang secara matang, baik dari sisi konsep pembangunan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan bagi masyarakat.
"Melalui kolaborasi ini kami ingin memastikan pengembangan kawasan hunian dapat memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya.
Setelah peninjauan lokasi tersebut, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan kawasan hunian. Tahap ini meliputi penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kesempatan yang sama, Yayasan Pelita Harapan milik James Riady yang juga CEO Lippo Group, menyampaikan pernyataan niat untuk menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.









