JK Kumpulkan Para Mantan Dubes di Rumahnya, Bahas Apa?

JK Kumpulkan Para Mantan Dubes di Rumahnya, Bahas Apa?

Terkini | inews | Kamis, 12 Maret 2026 - 23:45
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan duta besar (Dubes) pada, Kamis (12/3/2026) malam. Pertemuan ini berlangsung di rumah pribadi JK, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari pantauan iNews.id, nampak para mantan dubes telah berkumpul di sebuah ruangan rumah JK. Dengan kemeja batik bercorak bunga, JK pun telah bersama mereka untuk melangsungkan diskusi.

Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan perkembangan situasi geopolitik yang terjadi belakangan ini. Para mantan Dubes itu ingin mendapatkan masukan dan pandangan langsung dari JK terkait dinamika global saat ini. 

Adapun, para mantan Dubes yang hadir yakni eks Dubes RI untuk PBB di Jenewa Makarim Wibisono, mantan Dubes RI untuk Kamboja Nazaruddin Nasution, mantan Dubes RI untuk China dan Australia Imron Cotan, mantan Dubes RI untuk Britania Raya Hamzah Thayeb, mantan Dubes RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania Bunyan Saptomo. 

Kemudian, eks Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf, mantan Dubes RI untuk Spanyol Wieke Adiyatwidi Adiwoso, mantan Dubes RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur, mantan Dubes RI untuk Kenya Hery Saripudin, serta pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja. 

Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional menggelar pertemuan dengan JK di Kediaman pada Sabtu (7/3/2026). Pertemuan ini menjadi titik temu bagi para aktivis, akademisi, birokrat, hingga pengusaha untuk membedah arah bangsa dan menyuarakan kegelisahan atas krisis kepemimpinan yang tengah melanda tanah air.

Salah satu inisiator pertemuan, Sudirman Said menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap merosotnya standar moral pemimpin. Sebagai sosok yang telah tiga dekade berkecimpung di dunia pengajaran kepemimpinan, Rektor Universitas Harkat Negeri ini melihat adanya kekosongan fatal pada aspek kepemimpinan intrinsik.

"Yang hilang adalah kepemimpinan intrinsik, kepemimpinan yang didasari oleh nilai-nilai luhur seperti integritas, visi, kompetensi, wisdom, dan kapasitas menggerakkan perbaikan," ujar Sudirman Said dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/3/2026). 

Dia menjelaskan, kehadiran para tokoh ini bertujuan menyambungkan kembali sanubari kekuasaan dengan etika.

Topik Menarik