Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Andri Yunus

Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Andri Yunus

Terkini | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 16:44
share

JAKARTA, iNews.id – Polisi mengungkap kasus penyiraman cairan kimia yang diduga air keras terhadap aktvis KontraS Andri Yunus di kawasan Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para terduga pelaku diduga sudah membuntuti korban sebelum insiden terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan korban diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan cairan kimia diduga asam kuat ke bagian wajah dan tubuh.

“Telah diduga diserang oleh pelaku orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat ke arah wajah dan tubuh korban,” kata Iman Imanuddin.

Untuk mengungkap kasus tersebut, kepolisian membentuk tim gabungan yang melibatkan sejumlah satuan. Tim tersebut terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Polri.

Tim gabungan kemudian melakukan serangkaian langkah penyelidikan guna mengungkap pelaku. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian serta jalur yang diduga dilalui para pelaku.

Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya komunikasi yang berkaitan dengan peristiwa penyiraman tersebut.

Dalam proses penyelidikan, aparat mengumpulkan rekaman dari puluhan kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik di wilayah Jakarta.

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya,” kata Iman.

Dari total 86 kamera tersebut, tujuh kamera berasal dari sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sementara itu, sebanyak 27 kamera diperoleh dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Selain itu, delapan kamera pengawas berasal dari Dinas Perhubungan. Sedangkan 44 kamera lainnya merupakan milik warga, perkantoran, serta bangunan yang berada di sekitar jalur yang diduga dilalui para pelaku.

Seluruh rekaman CCTV tersebut kemudian dianalisis secara digital oleh tim penyidik untuk menelusuri jejak para pelaku.

Dari hasil pengumpulan data, polisi menemukan sekitar 2.610 potongan video dengan total durasi mencapai 10.320 menit.

Karena jumlah rekaman yang sangat besar, proses analisis digital terhadap seluruh video tersebut membutuhkan waktu cukup lama.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit sehingga kami membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan analisa digital terhadap rekaman CCTV,” ujar Iman.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, polisi menemukan indikasi para terduga pelaku sudah mengikuti pergerakan korban sebelum kejadian penyiraman terjadi. Pergerakan para pelaku pertama kali terdeteksi dari wilayah Jakarta Selatan.

Setelah itu, mereka diduga menuju titik kumpul di kawasan Jalan Merdeka Timur, tepatnya di sekitar depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya insiden penyiraman terhadap korban terjadi.

Topik Menarik