Kronologi Petugas Damkar Bekasi Dikerjain Laporan Palsu, Jadi Korban Prank
BEKASI, iNews.id - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menjadi korban laporan palsu saat Idulfitri 1447 H. Laporan evakuasi ular yang awalnya terkesan valid ternyata berujung 'prank'.
Peristiwa ini bermula saat petugas menerima laporan melalui telepon dari seseorang bernama Wahyu pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 14.26 WIB. Pelapor bahkan mengirimkan video sebagai bukti, sehingga tim langsung bergerak menuju lokasi di Bekasi Timur.
"Ya kan ada laporan evakuasi ular, jam 14.26 WIB, terus dia (pelapor) ngirimin video juga, karena menurut kita laporannya kayak valid, ya kita ke lokasi, titiknya ada di (Jalan) Agus Salim tuh, kita datang," ucap anggota Disdamkarmat Kota Bekasi, Ragil Bachtawar, dikutip Senin (23/3/2026).
Setibanya di lokasi, petugas mencoba memastikan alamat dengan bertanya kepada warga sekitar. Namun, titik lokasi dari aplikasi Google Maps ternyata tidak sesuai dengan alamat yang dimaksud.
Barcelona Gusur Real Madrid Usai Hajar Levante 3-0, Hansi Flick: Penting Kembali ke Puncak
"Kita ngobrol dulu sama warga, karena titiknya sesuai rumah warga itu. Pas ditanya, 'oh kalau di sini mah Maps-nya suka ngaco Pak', mungkin rumahnya ada di belakang, di balik tembok nih ada perkampungan lagi," ucapnya.
Pencarian kemudian dibantu oleh Ketua RT setempat untuk menemukan warga bernama Wahyu. Namun, orang yang ditemukan justru mengaku tidak pernah membuat laporan ke damkar.
Petugas kembali menghubungi pelapor. Saat itu, pelapor mengaku sedang berada di rumah pamannya dan sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti identitas.
Berbekal fotokopi KTP tersebut, petugas bersama Ketua RT mendatangi alamat yang tertera. Namun, warga di lokasi itu juga membantah telah membuat laporan.
"Kita tanya 'Ibu nama suaminya Wahyu?' 'Bukan, nama suami saya mah Asan dan saya juga nggak ngelapor apa-apa Mas'. Terus akhirnya disangkutpautin lah sama Pak RT, 'Ibu punya sangkutan (utang) nggak'. Dia merasa nggak. Oh ya udah menurut kita tim, ya sudah berarti ini laporan fiktif," ucap Ragil.
Setelah serangkaian pengecekan tersebut, petugas memastikan laporan evakuasi ular yang diterima merupakan laporan palsu. Dugaan sementara, aksi ini dilakukan untuk membuat kehebohan atau mempermalukan seseorang di momen lebaran.










