Kendaraan Keluar Jabotabek Masih Tinggi, Naik 57 Persen dari Lalu Lintas Normal
IDXChannel - Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek masih tinggi hingga Minggu (22/3/2026). Berdasarkan catatan harian, masih terdapat 210.209 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek.
Rivan menjelaskan angka itu lebih tinggi sebesar 57,3 persen dibandingkan lalu lintas normal. Ratusan ribu kendaraan itu tercatat meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, GT Merak).
"Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek tercatat sebanyak 210.209 kendaraan, meningkat sebesar 57,3 persen dibanding normal 133.637 kendaraan," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).
Sementara, untuk volume lalu lintas kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 170.681 kendaraan, masih lebih rendah 2,9 persen dari lalu lintas normal (175.739 kendaraan). Rivan menambahkan, masyarakat diimbau untuk mengatur perjalanan kembali ke Jabotabek.
Mario Lemos Akui Suporter Bikin Persijap Jepara Kian Semangat Gulung Persebaya Surabaya 3-1
"Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek," tutur dia.
Masyarakat diimbau untuk menghindari puncak arus balik yang diprediksi akan terjadi pada dua gelombang yakni 24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik," ujar Rivan.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30 persen yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus, sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan.
"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pasca perayaan Hari Raya Idulfitri," kata dia.
(NIA DEVIYANA)










