Ada 36 Persen Kendaraan Mudik Belum Kembali ke Jakarta, Arus Balik Mulai Padat
IDXChannel—Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho melaporkan bahwa sekitar 36 persen kendaraan yang telah mudik keluar Jakarta belum kembali hingga saat ini.
“Proyeksi arus balik jumlahnya 3,4 juta, sampai saat ini masih tersisa 36 persen,” kata Agus dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan catatan Jasa Marga, pada periode 11-25 Maret 2026 sebanyak 2,16 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabodetabek. Jumlah ini adalah akumulasi dari GT Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
Dua juta kendaraan yang kembali itu merupakan 63,79 persen dari total kendaraan yang diperkirakan bakal kembali ke Jabodetabek, yakni 3,39 juta kendaraan sejak 11 Maret hingga 31 Maret 2026.
Oleh sebab belum semua kendaraan kembali ke Jakarta, volume kendaraan di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa masih terpantau padat. Agus menuturkan bahwa salah satu titik krusial kepadatan terjadi akibat perlambatan kendaraan saat mendekati area peristirahatan atau rest area.
“Oleh sebab itu, sepanjang perjalanan di jalan tol masih cukup padat, terutama pada saat mendekati rest area. Tadi ada perlambatan, tetapi kehadiran Polri masih ada di lapangan untuk mengatur flow daripada manajemen rekayasa lantas,” ujar Agus.
Agus memastikan meskipun Operasi Ketupat telah berakhir, Korlantas tetap bersiaga melalui Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD). Personel tetap disiagakan untuk mengatur lalu lintas, memastikan sisa arus balik ini tetap terkendali hingga masuk ke Jakarta.
Arus Balik Menuju Jakarta Mulai Padat
Korlantas juga memberlakukan rekayasa lalu lintas one-way tahap dua di KM 263 exit Tol Brebes Barat hingga KM 70 Cikatama. Diskresi itu untuk mengurai kepadatan arus balik.
One-way dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Command Center KM 29, Cikarang Utara, pada Jumat (27/3/2026).
“Berdasarkan laporan dari Candi Zebra satu, Lodaya Zebra satu, serta hasil monitoring situasi arus lalu lintas yang telah terkendali, maka pada hari ini Jumat, pukul 10.23 WIB, pelaksanaan one way tahap dua presisi dinyatakan dibuka,” kata Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan volume kendaraan yang signifikan dari arah timur menuju Jakarta. Dengan dibukanya one-way tahap kedua ini, diharapkan penumpukan kendaraan di titik-titik krusial dapat segera terurai.
Sementara, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari manajemen prioritas untuk melayani pemudik yang kembali dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Tadi baru saja Pak Menhub langsung mengendalikan untuk membuka one way arus balik tahap dua presisi ya, yang tadi pagi, terus pagi ini tahap kedua di kilometer 263,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah menyeimbangkan arus dari berbagai titik masuk menuju Ibu Kota.
“Tentunya ini kaitannya dengan tata kelola manajemen lalu lintas untuk memprioritaskan arus balik yang datangnya dari Trans Jawa, khususnya Semarang Raya, Solo, Jogja, dan Jawa Timur. Pada saat yang sama kami memonitor arus balik dari Jawa Barat, termasuk juga dari Trans Sumatra yang melalui Bakauheni, Merak, sampai Cikupa,” kata Agus.
(Nadya Kurnia)










