Hindari Macet, Sejumlah Warga Pilih Naik Perahu ke Bekasi
JAKARTA, iNews.id - Ongkos yang lebih murah dibandingkan transportasi darat menjadi alasan warga Jakarta Utara memilih menggunakan perahu kayu mudik ke kampung halaman di Bekasi dan Karawang. Cukup membayar Rp25.000, perahu bisa melaju tanpa kemacetan.
Kemacetan parah di jalur darat saat arus balik tidak hanya menyita waktu, namun memaksa warga mencari alternatif lain kembali ke Jakarta.
Warga memilih menembus jalur air dengan menaiki perahu dari Muara Gembong menuju Muara Drainase Cakung, Cilincing, demi menghindari kepadatan lalu lintas. Tempat ini menjadi salah satu titik kedatangan pemudik dari wilayah Bekasi khususnya Muara Gembong.
Terdapat enam perahu beroperasi setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Setiap perahu hanya dapat mengangkut hingga 40 penumpang dalam satu kali perjalanan.
Perahu yang bersandar di Muara Drainase Cakung, Cilincing nantinya akan berangkat kembali ke Muara Gembong, Bekasi dan Muara Bendera, Karawang.
Selain hemat biaya, perjalanan lewat jalur air menghemat waktu. Jika naik perahu hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai Bekasi dari titik Cakung, Cilincing. Dibandingkan jalur darat harus memutar memakan waktu hingga 3 jam.
Perahu-perahu kayu ini dapat mengangkut hingga 40 penumpang setiap hari dan membawa banyak barang.










