Israel Kibarkan Bendera di Samping Markas UNIFIL, Penjaga Perdamaian Indonesia Terancam Ditembaki
JAKARTA – Tentara pendudukan Israel atau IDF telah memasang bendera Israel di samping posisi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Tindakan tentara zionis ini dapat memicu tembakan ke arah pasukan penjaga perdamaian, demikian peringatan dari pihak berwenang.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon di sepanjang perbatasan, yang semakin sering menyeret pasukan PBB ke garis tembak. Dalam beberapa hari terakhir, tiga anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia tewas dalam dua insiden terpisah dan seorang penjaga perdamaian lainnya terluka akibat peluru nyasar.
Pada konferensi pers PBB Kamis (2/4/2026), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pasukan penjaga perdamaian telah menuntut agar bendera tersebut diturunkan setelah dikibarkan di dekat posisi di desa Kfar Kila. Ia menambahkan bahwa pasukan Israel telah memperluas serangan mereka ke barat Garis Biru yang ditetapkan PBB, dengan tank dan bentrokan dilaporkan terjadi di Sektor Barat.
Begini Pola Makan Pemain Timnas Indonesia Beckham Putra di Tengah Jadwal Padat Persib Bandung
Bendera tersebut “merusak persepsi tentang ketidakberpihakan UNIFIL dan berisiko menarik tembakan ke arah pasukan penjaga perdamaian di tengah bentrokan yang sedang berlangsung,” kata Dujarric kepada wartawan, mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat semakin membahayakan misi tersebut.
Dilansir RT, Kfar Kila adalah desa perbatasan Lebanon tempat pasukan Israel beroperasi di tengah bentrokan dengan Hizbullah, dan dilaporkan termasuk di antara daerah yang dipertimbangkan oleh IDF untuk dihancurkan sebagai bagian dari zona keamanan yang diusulkan guna menargetkan infrastruktur militan.
Sebuah foto yang diduga menunjukkan bendera tersebut dibagikan di X oleh Mohamad Safa, seorang diplomat Lebanon dan perwakilan masyarakat sipil PBB. Ia mengatakan gambar itu, yang diambil oleh seorang penjaga perdamaian di pangkalan PBB di Lebanon, menunjukkan bendera Israel yang dikibarkan oleh tentara IDF “sehari setelah mereka membunuh tiga penjaga perdamaian PBB dan melukai yang lainnya.”
Temuan awal dalam penyelidikan atas kematian dua warga Indonesia dilaporkan mengarah pada ledakan di pinggir jalan yang menghantam konvoi mereka di dekat kota Bani Haiyyan, Lebanon, sementara penjaga perdamaian ketiga tewas ketika sebuah proyektil menghantam pangkalan UNIFIL di dekat desa Aadchit al-Qusayr.
UNIFIL, yang didirikan pada 1978 setelah invasi Israel ke Lebanon selatan, saat ini mengerahkan sekitar 7.500 pasukan penjaga perdamaian dari puluhan negara. Berdasarkan keputusan Dewan Keamanan yang diadopsi tahun lalu, mandatnya akan berakhir pada akhir 2026, dengan penarikan penuh direncanakan pada 2027 ketika posisinya akan diserahkan kepada pasukan pemerintah Lebanon.
Israel melancarkan operasi militer terhadap Hizbullah pada awal Maret setelah kelompok militan tersebut melakukan serangkaian serangan terhadap negara Yahudi sebagai pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran.










