Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi di WGTII ke-7

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi di WGTII ke-7

Terkini | idxchannel | Jum'at, 10 April 2026 - 20:04
share

IDXChannel - Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi melalui Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) yang digelar di Jakarta pada Kamis (9/4/2026).

Pertemuan ini dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi bersama Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Vladimir Illichev, serta dihadiri delegasi dari kedua negara.

Edi mengatakan, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi di tengah dinamika global, termasuk meningkatnya proteksionisme dan gangguan rantai pasok.

“Masih terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam kerja sama perdagangan kedua negara,” ujar Edi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga mendorong percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) guna memperluas akses pasar dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Adapun nilai perdagangan Indonesia–Rusia tercatat mendekati USD5 miliar pada 2025, dengan peluang peningkatan melalui diversifikasi produk, penguatan sektor industri, serta pengembangan investasi.

Selain itu, kedua negara menyoroti sejumlah sektor prioritas kerja sama, antara lain perdagangan, industri, ketahanan pangan, energi, logistik, hingga ekonomi kreatif.

Sebagai bagian dari rangkaian pertemuan, kedua negara juga menggelar dialog strategis yang membahas tantangan perdagangan global, termasuk disrupsi rantai pasok, ketegangan geopolitik, serta peluang kolaborasi di sektor pangan dan energi.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Rusia menandatangani protokol hasil Pertemuan ke-7 WGTII yang memuat kesepakatan serta rencana kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi baru terbarukan, pertanian, logistik, dan industri manufaktur.

Kedua negara juga sepakat bahwa penguatan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.


(Penulis: Sheqilla Sukma)


(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik