Belasan IKM Binaan Kemenperin Terlibat dalam Rantai Pasok Nasional Perlengkapan Haji 2026
IDXChannel—Sebanyak 12 Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan Kementerian Perindustrian masuk dalam rantai pasokan perlengkapan haji 2026. Kemenperin memfasilitasi akses pasar dan kemitraan berkelanjutan bagi IKM.
Hal ini merupakan bagian dari upaya kementerian untuk mendorong penguatan IKM agar naik kelas dan terlibat dalam rantai pasok nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengoptimalkan potensi pasar domestik.
“Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai ekosistem haji dan umrah memiliki potensi ekonomi besar yang dapat dimanfaatkan pelaku industri nasional, seiring tingginya populasi Muslim dan kuota haji Indonesia.
Capaian ini merupakan kelanjutan dari kegiatan business matching sektor industri pangan dan barang gunaan bersama HIPPINDO serta ekosistem haji dan umrah yang digelar pada Desember 2025.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku IKM dengan berbagai offtaker, seperti perusahaan travel haji dan umrah, agregator, hingga perbankan syariah. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, sebagian IKM telah berhasil menembus pasar melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram, telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jamaah haji Indonesia,” ujar Reni.
Empat IKM yang telah menjalin kontrak pengadaan antara lain CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu Bank Penerima Setoran (BPS) haji.
Selain itu, delapan IKM batik dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta turut bermitra melalui sertifikasi Batikmark sebagai jaminan keaslian produk. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut.
“Sertifikat Batikmark memastikan bahwa seragam batik yang dikenakan jemaah haji merupakan batik asli produksi IKM Indonesia,” jelasnya.
Untuk memperluas pasar, Kemenperin juga mendorong partisipasi IKM dalam berbagai ajang promosi seperti Expo UMKM Haji dan Umrah yang digelar di Medan pada April 2026.
Menperin menambahkan, ke depan pemerintah akan terus memperkuat pembinaan IKM secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi, hingga akses pasar.
“Kami optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan stakeholder terkait, keterlibatan IKM dalam rantai pasok haji dan umrah akan terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Kemenperin juga berkomitmen untuk mendorong IKM agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global melalui penguatan kemitraan dan optimalisasi peluang pasar.
(Nasywa Salsabila)










