Rukun Haji Sesuai Syariat Islam

Rukun Haji Sesuai Syariat Islam

Terkini | okezone | Senin, 27 April 2026 - 19:26
share

JAKARTA - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap Muslim. Namun, kesempurnaan ibadah ini sangat bergantung pada pemenuhan Rukun Haji, yaitu rangkaian amalan yang wajib dilakukan dan tidak dapat digantikan dengan denda (dam) maupun perwakilan. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka haji seseorang dianggap tidak sah.

Apa saja rukun yang harus dijalankan saat menunaikan ibadah Haji? Berikut panduannya merujuk pada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kewajiban melaksanakan haji ini berlandaskan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Ali 'Imran ayat 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Wa lillāhi 'alan-nāsi hijjul-baiti manis-tata'a ilaihi sabīlā.

Artinya: "Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana."

Berdasarkan kesepakatan ulama di Indonesia yang merujuk pada Mazhab Syafi'i, terdapat enam rukun haji yang harus dipenuhi oleh jemaah:

1. Ihram (Niat)

Ihram adalah pernyataan niat untuk memulai ibadah haji dengan mengenakan pakaian serba putih tanpa jahitan bagi laki-laki. Niat merupakan penentu sahnya suatu amal.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf adalah berdiam diri di padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, yakni mulai tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Al-hajju 'Arafah.

Artinya: "Haji itu adalah (wukuf di) Arafah." (HR. Tirmidzi).

3. Thawaf Ifadhah

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri jemaah. Thawaf Ifadhah dilakukan setelah jemaah kembali dari Mina atau setelah melakukan rangkaian ibadah di malam Idul Adha.

4. Sa'i

Sa'i adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini mengenang perjuangan Ibunda Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS.

 

5. Tahallul (Mencukur Rambut)

Tahallul ditandai dengan mencukur atau memotong rambut minimal tiga helai setelah rangkaian sa'i selesai. Secara simbolis, ini menandakan bahwa jemaah telah terbebas dari larangan-larangan ihram.

6. Tertib

Rukun terakhir adalah tertib, yang artinya semua rangkaian rukun di atas harus dilakukan secara berurutan, mulai dari niat hingga tahallul.

Itulah rukun yang harus dijalankan jemaah agar ibadah haji mereka menjadi sah. Dengan mengetahui rukun-rukun ini, jemaah diharapkan tidak salah melakukan kesalahan dengan meninggalkan ibadah yang wajib dijalankan dan dapat mencapai haji mabrur.

Topik Menarik