Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

Terkini | inews | Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:43
share

KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan rencana untuk menggelar pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat (AS) guna membahas upaya perdamaian. Menurut Zelensky, Putin akan sulit menolak jika ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Zelensky mengatakan dirinya dan Trump baru-baru ini telah membahas kemungkinan pertemuan dengan Putin di AS. Dia berharap keterlibatan Trump dapat meningkatkan peluang terjadinya dialog langsung antara pemimpin Ukraina dan Rusia.

“Dalam format di mana Putin akan jauh lebih sulit untuk menolak, setidaknya kepada Presiden Trump,” ujar Zelensky, dikutip dari Anadolu, Sabtu (20/6/2026).

Pernyataan itu muncul setelah Zelensky mengaku telah berkali-kali mengajukan tawaran pembicaraan damai kepada Putin, namun selalu ditolak. Dia menilai diperlukan tekanan yang lebih besar terhadap Moskow agar Rusia bersedia duduk di meja perundingan.

Jika Putin kembali menolak tawaran pertemuan di AS, Zelensky menegaskan Ukraina akan meningkatkan tekanan terhadap Rusia. Meski tidak merinci bentuk tekanan tersebut, militer Ukraina belakangan diketahui semakin intensif melancarkan serangan drone ke berbagai wilayah Rusia, termasuk Moskow yang jauh dari garis perbatasan.

“Kita akan lihat apa hasilnya. Jika Rusia juga menolak kesempatan ini, tekanan tambahan akan diperlukan,” katanya.

Zelensky juga mengungkapkan, pemerintah Ukraina bersama AS dan Prancis sebelumnya telah membahas kemungkinan mengadakan pertemuan dengan Rusia di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Namun usulan tersebut tidak mendapat respons positif dari Putin.

“Kami menawarkan Putin untuk bertemu di mana saja, di mana keputusan nyata untuk mengakhiri perang dapat dibuat. Dia tidak menginginkannya,” kata Zelensky.

Menurut dia, pertemuan langsung antara dirinya dan Putin merupakan langkah penting untuk membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Namun hingga kini, Kremlin belum menunjukkan kesediaan untuk menerima tawaran dialog tersebut.

Ukraina terus mendorong berbagai inisiatif diplomatik bersama negara-negara Barat guna mengakhiri perang. Sementara itu, hubungan Kiev dan Moskow masih diwarnai ketegangan tinggi di tengah berlanjutnya pertempuran di sejumlah wilayah.

Topik Menarik