Partai Perindo Siap Bantu Pemerintah Cegah Karhutla demi Jaga Aktivitas Ekonomi Kalsel
BANJARMASIN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi akibat kabut asap. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih luas selama musim kemarau.
Langkah tersebut sejalan dengan imbauan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan itu disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini lebih panjang dan lebih panas.
BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan juga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah tersebut terjadi pada Agustus hingga September dengan kondisi yang lebih kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Ketua DPW Partai Perindo Kalimantan Selatan H. M. Lutfi Saifuddin menilai Karhutla harus dipandang sebagai ancaman terhadap keberlangsungan aktivitas masyarakat karena dampaknya dapat menjalar hingga sektor transportasi dan perekonomian daerah.
"Karhutla tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan. Ketika kabut asap mengganggu penerbangan dan mobilitas masyarakat, dampaknya juga dirasakan sektor ekonomi. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas bersama sebelum kebakaran meluas," kata Lutfi dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Dia mengatakan Partai Perindo mendukung langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Sebagai bentuk dukungan, Partai Perindo akan mendorong kader di daerah untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta mengajak warga segera melaporkan potensi titik api agar dapat ditangani lebih cepat.
"Dukungan tidak cukup hanya dalam bentuk pernyataan. Kami ingin kader Partai Perindo ikut mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mendorong warga segera melaporkan potensi titik api sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Lutfi menilai keberhasilan pencegahan Karhutla bergantung pada konsistensi upaya mitigasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini.
"Pencegahan Karhutla harus menjadi agenda bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Kuncinya bukan hanya kesiapan personel, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat serta koordinasi yang kuat di wilayah-wilayah rawan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal," ujar Lutfi.
Dia berharap kesiapsiagaan yang telah dibangun mampu menjaga aktivitas masyarakat, kelancaran transportasi, dan roda perekonomian tetap berjalan selama musim kemarau.
"Keberhasilan mencegah Karhutla bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat untuk tetap beraktivitas dan bagi dunia usaha untuk tetap bergerak. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, kita dapat menjaga Kalimantan Selatan tetap produktif sekaligus meminimalkan risiko bencana," tuturnya.










