Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan 14 Negara, Lindungi Laut Merah dari Serangan Antek-Antek Iran

Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan 14 Negara, Lindungi Laut Merah dari Serangan Antek-Antek Iran

Terkini | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 07:22
share

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi bersama 13 negara lain membentuk koalisi pertahanan maritim multinasional untuk melindungi jalur perairan Laut Merah dan sekitarnya dari gangguan Houthi Yaman serta kelompok-kelompok proksi Iran lainnya.

Koalisi tersebut memiliki misi memastikan kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan jalur perairan vital bagi pasokan energi di Selat Bab Al Mandab, Laut Merah, dan Teluk Aden.

Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataan bersama 14 negara pada akhir pertemuan internasional di Arab Saudi, Kamis (30/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kepala staf militer serta perwakilan dari 43 negara dan delegasi dari Uni Eropa membahas berbagai cara untuk meningkatkan keamanan jalur maritim internasional serta menangkal ancaman terhadap navigasi dan perdagangan global.

Sebanyak 14 negara yang sepakat membentuk koalisi pertahanan maritim adalah Arab Saudi, Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, dan Komoro.

Negara-negara pendiri menyatakan, partisipasi mereka dalam koalisi merupakan keputusan kedaulatan setiap anggota. Koalisi pertahanan tersebut juga murni bersifat defensif, tidak menargetkan negara, aliansi, atau organisasi internasional mana pun. Selain itu semua kegiatan dan tindakan yang diambil sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional seraya menghormati kedaulatan negara dan melindungi kebebasan navigasi.

Pernyataan tersebut juga menetapkan Arab Saudi sebagai negara pendiri dan pemimpin koalisi serta menjadi markas besar tetap. Pusat Koordinasi Operasi Gabungan, Pusat Operasi Maritim Gabungan, dan Sekretariat Jenderal akan berbasis di Riyadh.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan pertemuan internasional pada Kamis membahas ancaman yang semakin meningkat terhadap keamanan maritim, termasuk keamanan kapal komersial, kapal tanker minyak, dan infrastruktur maritim. Pertemuan tersebut juga membahas cara-cara untuk memperkuat kerja sama pertahanan multilateral guna melindungi rantai pasokan dan ekonomi global.

Para peserta juga membahas rancangan piagam aliansi, struktur organisasi, pengaturan komando dan kendali, serta mekanisme operasional di masa mendatang.

“Ini bertujuan untuk membangun kerangka kerja kelembagaan yang efektif untuk kerja sama dalam menghadapi ancaman maritim bersama di wilayah termasuk Selat Bab Al Mandab, Laut Merah, dan Teluk Aden,” bunyi pernyataan.

Koalisi tersebut juga terbuka untuk semua negara jika ingin bergabung, bertujuan untuk melindungi kebebasan navigasi dan perdagangan global, serta untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional dan internasional dalam menghadapi ancaman yang menargetkan jalur maritim internasional.

“Pintu tetap terbuka bagi negara-negara lain untuk bergabung dengan piagam koalisi setelah menyelesaikan prosedur nasional masing-masing,” demikian pernyataan Kemhan Saudi.

Topik Menarik