Ikuti Trump, Google Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Ikuti Trump, Google Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Terkini | inews | Senin, 31 Agustus 2026 - 06:45
share

WASHINGTON, iNews.id - Google Maps ikut dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengubah nama Danau Ontario di Kanada menjadi Danau Amerika. Meski demikian perubahan itu hanya dapat dilihat oleh pengguna internet di AS.

Keputusan Google mengubah nama Danau Ontario sejalan dengan Instruksi Presoden Trump yang diteken pekan lalu.

Trump pada 27 Agustus lalu mengumunkan perubahan nama danau terkecil dari lima Great Lakes (Danau-Danau Besar) tersebut, sebagai bagian dari perselisihan dagang yang kian memanas dengan Kanada.

Instruksi presiden tersebut berdampak pada Sistem Informasi Nama Geografis AS (GNIS), yang menetapkan standar untuk peta resmi AS. Perintah ini tidak berdampak pada konvensi penamaan Kanada ataupun cara dunia luar menyebut danau tersebut.

"Karena kami memperbarui Google Maps untuk mencerminkan perubahan nama dalam sumber resmi pemerintah, yaitu GNIS untuk AS, pengguna Maps di AS akan melihat nama Danau Amerika, pengguna di Kanada akan tetap melihat Danau Ontario, dan pengguna di luar AS serta Kanada akan melihat kedua nama tersebut," bunyi pernyataan Google.

Gedung Putih, kantor Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan kantor Menteri Kepala Ontario Doug Ford belum memberikan komentarterkait keputusan Google tersebut.

Google Maps pernah melakukan perubahan serupa terhadap Teluk Meksiko pada 2025, dengan melabelinya sebagai Teluk Amerika. Sebelumnya Trump menguarkan instruksi presiden pada hari pertama jabatannya sebagai  presiden pada 2021.

Carney menolak keras perubahan nama Danau Ontario.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan "New York tidak akan menyebut Danau Ontario dengan nama baru dari Trump. New York berbatasan langsung dengan Kanada.

Topik Menarik