Kementerian ESDM Siapkan Tender 6 Proyek PLTS 4,55 GWp, Berikut Daftar Lokasinya

Kementerian ESDM Siapkan Tender 6 Proyek PLTS 4,55 GWp, Berikut Daftar Lokasinya

Terkini | idxchannel | Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:54
share

IDXChannel—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan tender enam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 4.548,92 megawatt peak (MWp) atau sekitar 4,55 gigawatt peak (GWp).

Enam proyek tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemerintah dalam mengeksekusi Program Strategis PLTS 100 GWp yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

"Maka kami laporkan bahwa hari ini 25 Agustus, bertepatan 11 hari setelah Bapak Presiden menyampaikan pidato pengantar APBN, di mana salah satu program adalah mempercepat mengeksekusi implementasi 100 gigawatt program PLTS," ujar Bahlil dalam pidatonya.

Pada kesempatan itu Bahlil memaparkan enam proyek yang siap ditender tersebut terdiri atas tiga PLTS terapung di Jawa Barat, proyek PLTS dan sistem penyimpanan energi di Madura, PLTS di Bali, serta PLTS yang memanfaatkan lahan bank tanah di Purwakarta.

Rinciannya, PLTS Terapung Jatiluhur di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, memiliki kapasitas 1.688 MWp. Kemudian PLTS Terapung Cirata di Waduk Cirata, Purwakarta, sebesar 1.250 MWp dan PLTS Terapung Jatigede di Waduk Jatigede, Sumedang, sebesar 636 MWp.

Selanjutnya, pemerintah menyiapkan PLTS+BESS Klaster Madura dengan kapasitas 605 MWp di Sumenep, Jawa Timur. Proyek ini mendukung program Fat Burning Madura untuk mengurangi ketergantungan pembangkit berbahan bakar minyak.

Dua proyek lainnya adalah PLTS Bali untuk eliminasi BBM dengan kapasitas 300 MWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, serta PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta berkapasitas 69 MWp. Jika dijumlahkan, enam proyek tersebut memiliki kapasitas 4.548,92 MWp.

Bahlil mengatakan pemerintah akan mendorong keterlibatan badan usaha melalui skema Independent Power Producer (IPP) dalam pelaksanaan program PLTS.

Menurut dia, proyek akan diberikan kepada IPP apabila mampu menawarkan harga yang kompetitif. Namun, pemerintah menyiapkan opsi lain apabila tidak ada investor yang berminat atau harga yang ditawarkan tidak kompetitif.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara," kata Bahlil.

Enam proyek yang siap ditender ini menjadi bagian dari tahap awal Program PLTS 100 GWp. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan implementasi program tersebut dilakukan secara masif dan dibagi dalam tiga tahun.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik