KJRI Hong Kong Sebut Pencak Silat Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia

KJRI Hong Kong Sebut Pencak Silat Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia

Terkini | okezone | Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:15
share

HONG KONG –  Konjen RI di Hong Kong Andi Ardiansyah, menyebut, pesilat Pagar Nusa NU melakukan pembinaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun diplomasi budaya Indonesia di Hong Kong. Oleh karena itu, pihaknya siap memfasilitasi upaya pembentukan federasi pencak silat di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat bertemu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) di Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, Andi.

“KJRI Hong Kong memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan peran aktif Pagar Nusa sebagai mitra perwakilan RI,”ujar Andi dikutip, Minggu (4/10/2026).

“KJRI Hong Kong akan mengawal langkah-langkah PB IPSI dan PP Pagar Nusa, dalam inisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta dalam menyukseskan visi besar Pencak Silat Road to Olympics,” lanjutnya.

Menurutnya,  Pagar Nusa tidak hanya menjadi pilar penting dalam pembinaan keanggotaan dan pengayoman kawan-kawan Pekerja Migran  agar tetap tertib dan berkegiatan positif, tetapi juga menjadi etalase diplomasi budaya Indonesia di Hong Kong.

“Dukungan konsisten Pagar Nusa dalam berbagai agenda bergengsi, khususnya Hong Kong Flower Show selama tiga kali berturut-turut, telah memperkuat pencitraan positif bangsa di mata publik internasional dan otoritas lokal,”tandasnya.

Sementara itu, Gus Nabil mengatakan, pengembangan pencak silat di luar negeri tidak boleh hanya berhenti di lingkungan WNI. Masyarakat lokal perlu dilibatkan mulai dari proses latihan, pembinaan pelatih dan atlet, hingga penguatan kelembagaan pencak silat.

“Langkah strategis kita berikutnya adalah mentransformasi apresiasi budaya ini menjadi institusionalisasi olahraga, yaitu dengan menginisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta melatih warga lokal,” kata Gus Nabil.

“Ini adalah bagian terintegrasi dari peta jalan global PB IPSI menuju Pencak Silat Road to Olympics,” sambungnya.

 

Gus Nabil menilai keberadaan federasi dan semakin banyaknya atlet lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas ekosistem pencak silat internasional.

“Kita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Harus semakin banyak warga lokal yang belajar, menjadi pelatih, menjadi atlet, dan pada akhirnya ikut membangun organisasi pencak silat di negaranya masing-masing,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Nabil juga menyampaikan perkembangan Pagar Nusa di Hong Kong. PCI Pagar Nusa Hong Kong saat ini telah menaungi dua Pengurus Anak Cabang (PAC).

Latihan dilakukan secara rutin pada hari libur kerja dengan Victoria Park sebagai salah satu pusat kegiatan. Selain itu, terdapat dua titik latihan lainnya di wilayah Hong Kong.

Menurut Gus Nabil, pencak silat menjadi salah satu ruang bagi para PMI untuk mengisi hari libur dengan kegiatan positif sekaligus memperkuat kedisiplinan, persaudaraan, dan karakter.

“Kehadiran Pagar Nusa dan IPSI di Hong Kong bukan sekadar wadah pembinaan karakter bagi sahabat-sahabat Pekerja Migran Indonesia di hari libur mereka, melainkan instrumen aktif soft-power diplomacy Indonesia di panggung internasional,” kata Gus Nabil.

Dia juga meminta seluruh kader Pagar Nusa menaati regulasi yang berlaku serta ikut menjaga nama baik Indonesia di Hong Kong.

“Konsistensi kita di ajang bergengsi seperti Hong Kong Flower Show membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Nusantara mampu beradaptasi serta diterima dengan hangat oleh masyarakat global,” ujarnya.

 

Sebelum mengunjungi Hong Kong, Gus Nabil menjalani rangkaian agenda Pagar Nusa dan pencak silat di Taiwan. Pengembangan pencak silat dengan melibatkan masyarakat lokal juga menjadi salah satu fokus yang dibawa dalam rangkaian tersebut.

Menurut Gus Nabil, komunitas Indonesia di luar negeri merupakan pintu masuk untuk memperkenalkan pencak silat. Namun, target berikutnya adalah membuat pencak silat tumbuh di tengah masyarakat lokal.

“Semakin banyak negara dan wilayah yang mempunyai pelatih, atlet, serta organisasi pencak silat sendiri, semakin kuat pula ekosistem pencak silat dunia. Ini yang harus kita bangun bersama menuju Road to Olympics,” pungkasnya.

Topik Menarik