Banjir Karawang Tak Pernah Selesai, Dedi Mulyadi Minta Warga Mau Direlokasi

Banjir Karawang Tak Pernah Selesai, Dedi Mulyadi Minta Warga Mau Direlokasi

Berita Utama | inews | Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:01
share

KARAWANG, iNews.id – Banjir Karawang kembali meluas dan merendam ribuan rumah warga. Salah satu titik terparah berada di kawasan Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 3 meter.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan banjir Karawang di kawasan cekungan seperti Karang Ligar tidak akan pernah selesai meskipun dilakukan perbaikan infrastruktur. Karena itu, dia meminta masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Menurut Dedi, Karang Ligar merupakan daerah cekungan yang secara geografis rawan banjir. Bahkan, rumah contoh yang dibangun dengan ketinggian 2,5 meter dari permukaan tanah pun masih terendam saat banjir besar melanda kawasan tersebut.

Dedi mengakui relokasi bukan perkara mudah. Namun, langkah tersebut dinilai menjadi satu-satunya solusi jangka panjang untuk mengakhiri siklus banjir Karawang yang terus berulang setiap tahun.

“Masyarakat kan waktu banjir mau relokasi, begitu surut tidak mau relokasi. Ini kan problem. Saya dan bupati sudah sepakat, gak ada jalan lain selain relokasi,” ujar Dedi, Sabtu (24/1/2026).

Dia menyebutkan, Pemprov Jabar bersama Bupati Karawang telah sepakat untuk mendorong relokasi warga terdampak. Meski demikian, pendekatan persuasif kepada masyarakat masih perlu dilakukan agar kebijakan tersebut dapat diterima.

Sementara itu, banjir Karawang yang telah berlangsung hampir sepekan ini merendam ribuan rumah di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. Debit air meningkat akibat hujan lokal dan kiriman dari wilayah hulu.

Di sejumlah permukiman padat penduduk, ketinggian air bervariasi antara satu meter hingga hampir dua meter. Bahkan, di beberapa titik, banjir merendam rumah warga hingga menyentuh atap bangunan.

Tidak hanya permukiman, akses jalan utama yang sebelumnya sempat bisa dilalui kendaraan kini kembali terputus. Genangan air setinggi 50 hingga 70 sentimeter membuat aktivitas ekonomi warga lumpuh total.

Kondisi tersebut juga menyulitkan tim relawan dalam menyalurkan bantuan logistik dan makanan siap saji ke posko-posko pengungsian yang berada di wilayah pedalaman desa.

Menyikapi kondisi darurat banjir Karawang, petugas gabungan dari BPBD Karawang, Tim SAR, dan kepolisian terus bersiaga penuh. Sejumlah perahu karet disiagakan di titik-titik rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika muka air terus meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang juga membuka dapur umum di Kecamatan Telukjambe Barat. Pemerintah berharap relokasi dapat menjadi solusi permanen agar warga tidak lagi menjadi korban banjir Karawang di masa mendatang. 

Topik Menarik