Finlandia Menentang Jaminan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina

Finlandia Menentang Jaminan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina

Berita Utama | sindonews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 08:34
share

Pemerintah Finlandia mendesak para pejabat Amerika Serikat (AS) untuk menghindari jaminan keamanan mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina. Menurut bocoran kawat diplomatik, Helsinki memperingatkan bahwa terminologi jaminan keamanan semacam itu dapat merusak klausul pertahanan bersama NATO yang paling mendasar.

Berdasarkan Pasal 5 NATO, serangan terhadap satu anggota blok diperlakukan sebagai serangan terhadap semua anggota lainnya, yang memerlukan respons militer gabungan.

Baca Juga: Eks Jenderal Tertinggi Ukraina: Pasal 5 NATO Itu Tak Ada, Anggotanya Tak Dilindungi dari Rusia

Finlandia merupakan anggota baru NATO. Sedangkan Ukraina berupaya bergabung dengan aliansi itu di tengah perangnya melawan invasi Rusia, namun upaya itu ditentang negara-negara blok militer tersebut.

 

Sebuah kawat diplomatik Departemen Luar Negeri AS bertanggal 20 Januari, yang diperoleh oleh Politico, mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen memperingatkan para anggota Parlemen Amerika yang berkunjung bahwa narasi seperti itu berisiko mencampuradukkan jaminan absolut Pasal 5 NATO dengan janji bilateral apa pun yang mungkin dibuat negara-negara aliansi kepada Kyiv.

Valtonen juga dilaporkan menekankan perlunya "pembatas" yang jelas antara blok militer pimpinan AS dan pengaturan keamanan masa depan untuk Ukraina. Menurut dokumen itu, Menteri Pertahanan Finlandia Antti Häkkänen diduga menyampaikan poin serupa dalam pertemuan selanjutnya.Di tengah negosiasi perdamaian yang dipimpin AS yang sedang berlangsung mengenai perang Rusia-Ukraina, beberapa laporan media Barat menunjukkan bahwa Washington telah menawarkan jaminan keamanan seperti Pasal 5 NATO untuk Kyiv sebagai bagian dari peta jalan perdamaian, dengan mencantumkan Finlandia sebagai salah satu penjamin potensial yang akan membela Ukraina jika terjadi serangan di masa mendatang.

Namun, akhir tahun lalu, Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo menolak premis tersebut, menyatakan bahwa Helsinki tidak akan menawarkan jaminan ala NATO kepada Ukraina, dan mencatat perbedaan yang mencolok antara bantuan dan kewajiban pertahanan.

“Kita harus memahami bahwa jaminan keamanan adalah sesuatu yang sangat, sangat serius. Kita belum siap memberikan jaminan keamanan, tetapi kita dapat membantu dengan pengaturan keamanan. Perbedaan antara keduanya sangat besar,” katanya.

Moskow mengatakan bahwa mereka pada prinsipnya tidak menentang jaminan keamanan untuk Ukraina, tetapi bersikeras bahwa jaminan tersebut tidak boleh sepihak atau ditujukan terhadap Rusia, dan harus mengikuti kesepakatan perdamaian, bukan mendahuluinya.

Para pejabat Rusia juga memperingatkan terhadap segala bentuk pengerahan pasukan NATO ke Ukraina, baik sebagai pasukan penjaga perdamaian atau lainnya, dengan memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan konfrontasi langsung dengan blok tersebut.

Topik Menarik