Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang Bekasi, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

Mahasiswi Tewas di Apartemen Cikarang Bekasi, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Utama | inews | Selasa, 17 Februari 2026 - 14:21
share

BEKASI, iNews.id - Kasus kematian seorang mahasiswi berinisial PAF (20) di sebuah unit apartemen kawasan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memasuki babak baru. Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara mahasiswi tewas tersebut.

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (11/2/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi obat penggugur kandungan yang diperoleh tanpa resep dokter.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban datang ke apartemen bersama beberapa rekannya.

“Setelah mengonsumsi obat itu, kondisi korban menurun, tidak sadarkan diri dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kombes Sumarni dikutip dari iNews Bekasi, Senin (16/2/2026).

Peristiwa tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai seorang perempuan yang ditemukan meninggal di dalam kamar apartemen.

Petugas dari Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS TK I Pusdokkes Polri guna menjalani pemeriksaan forensik.

Dalam pengembangan kasus, penyidik menetapkan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam penjualan serta pendistribusian obat ilegal hingga sampai ke tangan korban. Mereka masing-masing berinisial SN alias F, ADY, H alias H, EA alias E, dan NF.

Kelima tersangka diduga memperoleh keuntungan dari penjualan obat tersebut. Polisi juga masih memburu satu orang lainnya berinisial R yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain beberapa unit telepon seluler, kendaraan bermotor, serta sisa obat yang diduga dikonsumsi korban.

Para tersangka dijerat dengan pasal terkait pembunuhan berencana, pembunuhan, serta tindak pidana lain yang berkaitan dengan peredaran obat ilegal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres menegaskan pihaknya akan terus menelusuri jaringan peredaran obat tanpa resep dokter tersebut hingga ke pemasok utama.

“Kami akan menuntaskan pengungkapan jaringan penjualan obat ilegal ini, termasuk menelusuri sumber peredarannya agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Topik Menarik