Iran Tutup Selat Hormuz, Peringatkan Kapal yang Mencoba Lewat Akan Diserang
JAKARTA – Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz, jalur laut yang sangat penting secara strategis, untuk semua lalu lintas kapal. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasi selat tersebut akan diserang, demikian dilaporkan media Iran.
Laporan Reuters, mengutip media lokal pada Senin (2/3/2026), menyebut seorang komandan berpangkat tinggi IRGC mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup, dan Iran akan membakar kapal apa pun yang mencoba melewatinya.
"Selat (Hormuz) ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal tersebut," kata Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tertinggi Garda, dalam pernyataan yang dimuat media pemerintah.
Langkah ini, jika dilakukan, secara efektif akan menghentikan pengiriman komersial melalui titik sempit yang membawa sekitar seperlima ekspor minyak dunia.
Selat Hormuz adalah mulut sempit Teluk Persia yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan merupakan jalur air utama pelayaran global yang berkelok-kelok, dengan lebar sekitar 33 kilometer (21 mil) di titik tersempitnya. Dari sana, kapal dapat berlayar ke seluruh dunia.
Meskipun Iran dan Oman memiliki perairan teritorial di selat tersebut, jalur ini dipandang sebagai perairan internasional yang dapat dilalui semua kapal.
Sepanjang sejarah, Selat Hormuz telah penting untuk perdagangan, dengan keramik, gading, sutra, dan tekstil dari China bergerak melalui wilayah tersebut. Di era modern, selat ini menjadi jalur bagi kapal tanker super yang membawa minyak dan gas dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, UEA, dan Iran.
Gangguan apa pun terhadap lalu lintas melalui Selat Hormuz sangat mengganggu perdagangan minyak. Ancaman terhadap rute tersebut telah menyebabkan lonjakan harga energi global di masa lalu, termasuk selama perang Israel–Iran pada Juni 2025.
Selat tersebut tidak secara resmi ditutup, tetapi lalu lintas kapal tanker menurun tajam karena sistem navigasi satelit terganggu, kata perusahaan data dan analitik Kpler di X.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan serangan terhadap beberapa kapal di daerah tersebut di kedua sisi selat dan memperingatkan peningkatan gangguan elektronik pada sistem yang menunjukkan lokasi kapal.
Sebuah kapal drone pembawa bom menyerang kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, yang mengarah ke selat dari timur, menewaskan seorang pelaut, kata pihak Oman.










