Pertengahan Ramadan, Amran Klaim Harga Pangan Pokok Bergerak Lebih Stabil

Pertengahan Ramadan, Amran Klaim Harga Pangan Pokok Bergerak Lebih Stabil

Berita Utama | idxchannel | Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:50
share

IDXChannel—Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan harga komoditas pangan pokok mulai bergerak lebih stabil, bahkan cenderung menurun memasuki pertengahan Ramadan.

Menurutnya, meskipun ada beberapa komoditas pangan strategis lain yang masih mengalami sedikit kenaikan harga, kondisi tersebut dinilainya masih dalam batas kewajaran.

“Saya sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,” ucap Amran dalam keterangan pers yang digelar di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kenaikan tipis pada harga komoditas tertentu juga perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan pasar agar produsen pangan tetap memperoleh manfaat ekonomi, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju Lebaran. (Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun,” tambahnya.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu keempat Februari menunjukkan bahwa harga daging ayam ras secara nasional rata-rata berada di Rp41.013 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.

Meski demikian, BPS mencatat tren penurunan harga masih terjadi di banyak daerah. Terdapat 84 kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH untuk daging ayam ras.

Tren penurunan juga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, yakni cabai rawit di 79 kabupaten/kota, cabai merah di 128 kabupaten/kota, bawang putih di 147 kabupaten/kota, serta bawang merah di 227 kabupaten/kota.

Adapun inflasi pangan secara bulanan diklaim masih cukup terkendali. Komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen secara bulanan, dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi umum secara bulanan dan secara tahunan berada di level 4,64 persen. 

Ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 3-5 persen.

Jika dibandingkan dengan periode Ramadan pada beberapa tahun sebelumnya, inflasi pangan tahunan sebesar 4,64 persen pada tahun ini juga tercatat lebih stabil. Inflasi pangan tahunan pada Ramadan 2022 tercatat 5,48 persen, meningkat menjadi 5,83 persen pada Ramadan 2023, dan bahkan sempat mencapai 10,33 persen pada Ramadan 2024.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik