Pandji Pragiwaksono Akui Paham Keresahan Umat Islam terkait Mens Rea: Saya Jadikan Catatan

Pandji Pragiwaksono Akui Paham Keresahan Umat Islam terkait Mens Rea: Saya Jadikan Catatan

Berita Utama | inews | Kamis, 9 April 2026 - 16:35
share

JAKARTA, iNews.id - Komika Pandji Pragiwaksono mengaku senang bisa berdialog dengan para pelapor kasus dugaan penistaan agama terkait acara stand up comedy Mens Rea. Dia mengaku bisa mengerti keresahan yang disampaikan mereka yang mewakili umat Islam.

"Jadi ini proses yang berjalan dengan sangat baik, semoga masing-masing pihak bisa menangkap maksudnya. Saya sih sendiri sudah ngerti posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan untuk ke depannya bisa lebih baik," ujar Pandji di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, mediasi ini telah lama ditunggu-tunggu. Dia pun sudah menyampaikan hal itu kepada pengacaranya, Haris Azhar sejak lama.

"Akhirnya bisa kesampaian juga dan saya jadi punya kesempatan untuk mendengar langsung apa yang mereka resahkan," katanya.

Melalui mediasi tersebut, dia juga bisa menjelaskan maksud pernyataannya dalam acara Mens Rea kepada mereka. Dia senang mediasi bisa dilakukan, terlebih dengan suasana sejuk karena awalnya dia mengira mediasi bakal alot dan dipenuhi dengan perdebatan dari para pelapor.

"Prosesnya sangat-sangat santai. Saya yang datang-datang berasumsi mungkin akan ada banyak perdebatan, tapi ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa," katanya.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik buntut materi stand up comedy yang ia bawakan dalam acara Mens Rea.

Pandji sendiri merasa tidak pernah melakukan penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan. Dia dan para komika lainnya hanya berniat menghibur masyarakat.

"Tentu ada saja kemungkinan kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi nggak ada alasan khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya niatnya menghibur masyarakat Indonesia, sesuatu yang saya rasa sangat dibutuhkan sekarang ini," katanya, Jumat (6/2/2026).

Topik Menarik