Israel-Lebanon Gelar Perundingan Langsung di AS, Tak Ada Kesepakatan yang Dicapai
WASHINGTON, iNews.id - Delegasi Israel dan Lebanon melakukan perundingan langsung di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026). Ini merupakan perundingan langsung pertama kedua negara sejak 1983.
Namun perundingan ini tak diikuti oleh kelompok Hizbullah yang sedang bertikai dengan Israel. Bahkan saat perundingan berlangsung, pertempuran masih berlangsung.
Perundingan yang diadakan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio itu berlangsung selama 2 jam lebih.
Kedua pihak memulai pertemuan dengan membawa tuntutan sangat berbeda. Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan Lebanon, bahkan mendesak Beirut untuk melucuti senjata Hizbullah.
Sementara itu, Lebanon menyerukan diakhirinya konflik, yang telah menewaskan hampir 2.124 warga sejak 2 Maret, serta menyebabkan lebih dari 1,1 juta orang mengungsi.
Meski demikian, kedua pihak memberikan tanggapan positif mengenai perundingan tersebut.
Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad menyebut pembicaraan tersebut berjalan konstruktif. Namun, dia tetap menyuarakan beberapa tuntutan, yakni gencatan senjata, kesempatan bagi para pengungsi untuk kembali ke rumah, dan melakukan langkah-langkah untuk meringankan krisis kemanusiaan di negaranya.
Sementara itu Dubes Israel Yechiel Leiter menyebut perundingan tersebut sebagai pertukaran luar biasa. Dia memberikan beberapa poin, salah satunya mengusir Hizbullah dari Lebanon.
Rubio mengakui ada tantangan di depan untuk mengakhiri konflik. Dia mengakui butuh waktu untuk mencapai kemajuan dalam menyelesaikan konflik ini.
“Kami memahami sedang berjuang melawan sejarah dan kompleksitas selama beberapa dekade,” ujarnya.










