Sugiono Bertemu Menlu Filipina, Bahas Ekonomi hingga Palestina

Sugiono Bertemu Menlu Filipina, Bahas Ekonomi hingga Palestina

Berita Utama | okezone | Kamis, 23 April 2026 - 15:01
share

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono menggelar pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama kedua negara, mulai dari sektor ekonomi hingga isu geopolitik global.

Sugiono menegaskan, bahwa hubungan Indonesia-Filipina mencerminkan kemitraan erat sebagai sesama anggota pendiri ASEAN.

“Pertemuan kita hari ini mencerminkan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Filipina sebagai tetangga dekat, negara kepulauan, dan juga sebagai anggota pendiri ASEAN,” kata Sugiono, Kamis (23/4/2026).

 

Ia menjelaskan, fokus utama pembahasan adalah memastikan kerja sama bilateral yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, sekaligus memperkuat peran ASEAN di tengah dinamika global.

“Dan karena Filipina memegang kepemimpinan ASEAN tahun ini, Indonesia juga menegaskan kembali dukungan penuh dan komitmen bersama kita untuk memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah meningkatnya ketidakpastian dan tantangan regional,” ujar dia.

Dalam pertemuan itu, bersama Theresa Lazaro juga membahas langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis.

“Mengenai kerja sama ekonomi, kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi, antara lain, dalam penyelesaian mata uang lokal, sistem pembayaran QR yang lebih kuat, dan konektivitas yang lebih baik antara kota-kota perbatasan seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos,” ungkapnya.

Selain ekonomi, Sugiono menuturkan, kerja sama di sektor energi juga menjadi perhatian utama, mengingat kedua negara merupakan produsen nikel besar dunia.

 

“Sebagai dua produsen nikel terbesar di dunia, kami menyambut baik kemajuan kemitraan mineral penting, termasuk aliansi nikel untuk membangun rantai pasokan global yang tangguh,” imbuhnya.

Di bidang politik dan keamanan, Sugiono menegaskan kedua negara sepakat memperkuat kerja sama maritim serta pengelolaan perbatasan.

“Dalam kerja sama politik dan keamanan, kami membahas dan sepakat untuk memperkuat kerja sama maritim, meningkatkan manajemen perbatasan, dan mempercepat diskusi tentang penetapan batas landas kontinen berdasarkan hukum internasional,” katanya.

Keduanya turut bertukar pandangan terkait isu regional dan global, termasuk situasi di Laut Cina Selatan dan Myanmar.

 

“Kami juga menekankan pentingnya proses politik inklusif di Myanmar, dukungan untuk perdamaian jangka panjang, stabilitas regional, dan bantuan kemanusiaan,” ucap Sugiono.

Terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah, Sugiono menuturkan, Indonesia dan Filipina menilai gencatan senjata menjadi langkah penting untuk mencegah eskalasi konflik.

Dia menambahkan, kedua negara juga menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara.

Dan pada saat yang sama, kami percaya bahwa perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Timur Tengah tidak dapat dicapai tanpa keadilan bagi Palestina juga, dan kami berdua percaya bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya solusi untuk masalah ini,” pungkasnya.

Topik Menarik