Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur
MOSKOW, iNews.id - Rusia menyebut perang melawan Ukraina dan negara-negara Barat kini telah berubah menjadi pertarungan eksistensi. Moskow bahkan menuding negara-negara Eropa ingin menghancurkan Rusia di tengah konflik yang terus memanas.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menegaskan, konflik ini sangat serius karena menyangkut keberlangsungan negara. Dia menyebut perang saat ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan persoalan hidup dan mati bagi Rusia.
“Ini adalah masalah eksistensi,” kata Medvedev, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (1/5/2026).
Dia juga menuding negara-negara Eropa memiliki tujuan menghancurkan Rusia, meski menurutnya mereka tidak memahami konsekuensi dari sikap tersebut.
Selain itu, Medvedev menyatakan Rusia tidak hanya berhadapan dengan Ukraina, tapi juga puluhan negara Barat yang terlibat langsung dalam perang.
Menurut dia, dukungan militer yang diberikan kepada Kiev menjadi bukti nyata keterlibatan tersebut.
“Lawan kita bukan hanya Ukraina, tetapi juga puluhan negara Barat yang terlibat langsung dalam perang melawan negara kita,” ujarnya.
Mantan Presiden Rusia itu menegaskan, keterlibatan negara-negara Barat bukan lagi bersifat tidak langsung atau hibrida. Berbagai bentuk dukungan seperti pengiriman senjata hingga pemberian intelijen berbasis satelit dinilai sebagai bentuk intervensi langsung dalam konflik.
“Ketika mereka memberi target untuk serangan, memasok berbagai jenis senjata, dan pada kenyataannya memberi arahan kepada musuh kita, itu adalah keterlibatan langsung,” tuturnya.










