Bandara Ben Gurion Israel Rugi Rp4 Triliun gegara Jadi Tempat Parkir Puluhan Pesawat Militer AS
TEHERAN, iNews.id - Bandara Internasinal Ben Gurion Israel mengalami kerugian 700 juta shekel atau sekitar Rp4,4 triliun dalam 2 bulan karena kehadiran pesawat-pesawat militer Amerika Serikat (AS).
Bandara yang berada di luar Tel Aviv itu menjadi tempat parkir dan aktivitas puluhan pesawat militer AS sejak pecahnya perang melawan Iran pada Februari lalu.
Para pejabat Israel memperingatkan, angka kerugian bisa menembus miliaran dolar jika pesawat-pesawat militer AS tak meninggalkan bandara tersebut.
Sharon Kedmi, direktur jenderal Otoritas Bandara Israel, mengatakan Bandara Ben Gurion saat ini hanya beroperasi dengan sepertiga kapasitasnya. Armada Angkatan Udara AS, terutama pesawat tanker, parkir serta hilir-mudik di bandara utama Israel tersebut.
“Kami hanya memanfaatkan sepertiga dari kapasitas operasional bandara,” kata Kedmi, seraya menambahkan sekitar 70 persen aktivitas di bandara dibatasi akibat ruang dan sumber daya yang digunakan untuk operasi militer AS.
Otoritas Bandara Israel akan mengumumkan tambahan pembatalan penerbangan dalam beberapa hari mendatang.
Dia menambahkan, Bandara Gen Gurion berpotensi kehilangan 18 juta penumpang tahun ini akibat perang.
Selain itu maskapai asing kemungkinan tidak akan melanjutkan operasinya dalam waktu dekat.
Awal bulan ini, kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel Shmuel Zakay mengatakan, kehadiran pesawat militer AS melumpuhkan penerbangan sipil di Bandara Ben Gurion, menunda kembalinya maskapai asing, serta membuat harga tiket jadi mahal.
Zakay mengatakan kepada Menteri Perhubungan Israel Miri Regev, Bandara Ben Gurion telah berubah menjadi pangkalan udara militer dengan aktivitas sipil terbatas.










