Dokter PPDS Anestesi Ditemukan Tewas di Semak-Semak Samping RSUD Siak, Ini Kata Polisi

Dokter PPDS Anestesi Ditemukan Tewas di Semak-Semak Samping RSUD Siak, Ini Kata Polisi

Berita Utama | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 10:09
share

SIAK, iNews.id - Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi bernama Alex Kristo Lotis ditemukan tewas di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7/2026). Polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Jasad Alex ditemukan dalam posisi telentang di area semak-semak yang berada tepat di samping pagar rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan mayat dokter PPDS tersebut menggegerkan pegawai rumah sakit dan warga sekitar.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Tadi kami dapat laporan masyarakat ditemukan sosok mayat di samping pagar RSUD. Setelah kami cek ditemukan identitas mayat yakni Alex Kristo Lotis,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan hasil identifikasi, Alex merupakan dokter PPDS Anestesi dari Universitas Riau (Unri). Dia sedang menjalani pendidikan sekaligus penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak. Alex diketahui mulai menjalani penugasan di rumah sakit tersebut sejak awal bulan ini atau baru genap dua pekan.

“Beliau ditugaskan di sini (RSUD Tengku Rafian Siak) dalam rangka belajar sejak 1 Juli lalu dari Universitas Riau,” katanya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian rapi berupa kemeja biru muda dan celana panjang. Tas serta sejumlah barang pribadi milik Alex juga ditemukan di sekitar lokasi.

Polisi kemudian memasang garis pengaman dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi turut dimintai keterangan untuk menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Alex. Barang-barang milik korban juga masih berada di sekitar tempat penemuan dan tidak dilaporkan hilang.

“Dari olah TKP kami temukan barang- barang milik korban masih ada, handphone ada di tas. Kemudian dari olah TKP belum ditemukan ada tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Meski demikian, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian dokter PPDS tersebut. Jenazah Alex telah dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik.

“Jenazah sudah kami kirim ke RS Bhayangkara untuk autopsi,” katanya.

Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi. Hasil autopsi akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian Alex Kristo Lotis sekaligus menentukan langkah penyelidikan berikutnya.

Topik Menarik