Kronologi Lengkap Kematian Tragis Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak dr Siti Zahra Maghfira

Kronologi Lengkap Kematian Tragis Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak dr Siti Zahra Maghfira

Berita Utama | inews | Senin, 27 Juli 2026 - 12:45
share

Catatan redaksi: Apabila Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Segera bicarakan dengan keluarga, sahabat, psikolog, psikiater, atau layanan bantuan krisis di wilayah Anda. Dukungan dan pertolongan profesional tersedia, dan bantuan dapat membuat perbedaan.

JAKARTA, iNews.id – Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Indonesia. Dokter internship RS Sentra Medika Cisalak, dr Siti Zahra Maghfira, meninggal dunia pada Minggu (26/7/2026). 

Belakangan, polisi mengungkap kronologi kejadian yang menyebabkan dokter muda tersebut meninggal dunia usai diduga terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Lantas, seperti apa kronologi lengkap kematian tragis dokter internship dr Siti Zahra Maghfira? Simak beritanya hanya di artikel ini.

Dokter Siti Zahra Maghfira meninggal dunia, Minggu 26 Juli 2026. (Foto: Instagram)

Kronologi Lengkap Meninggalnya Dokter Internship dr Siti Zahra Maghfira

Peristiwa nahas ini pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.13 WIB. Kapolsek Pancoran Kompol Mansur membenarkan adanya laporan mengenai seorang dokter yang diduga melompat dari apartemen.

"Benar, ada yang loncat sekitar jam 14.13 WIB. Korban dokter," ujar Mansur saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dr Siti Zahra Maghfira tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum insiden terjadi, sang ibu sempat mengajak korban pergi ke pusat perbelanjaan.

Namun, ajakan itu ditolak. Korban memilih tetap berada di apartemen, sementara ibunya pergi meninggalkan unit.

"Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit," kata Mansur.

Setelah ibunya pergi, korban diketahui mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama berselang, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.

"Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya," tuturnya.

Dalam proses kejadian tersebut, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya terjatuh. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah dr Siti Zahra Maghfira kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti di balik peristiwa tersebut. Mansur menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan adanya tekanan dalam pekerjaan.

"Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka," ucapnya.

Sebelumnya, kabar meninggalnya dr Siti Zahra Maghfira lebih dahulu diumumkan melalui akun Instagram Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI). Dalam unggahannya, organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dokter internship RS Sentra Medika Cisalak tersebut.

Menurut informasi dari Asosiasi Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia, dr Siti Zahra Maghfira merupakan alumni Universitas Hasanuddin. Hingga saat itu, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi.

"Keluarga Besar Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Dr. Siti Zahra Maghfira - Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis JDN IDI.

Topik Menarik