Polisi Ungkap Pelaku Perusakan dan Pembakaran di Sekitar Gedung DPR

Polisi Ungkap Pelaku Perusakan dan Pembakaran di Sekitar Gedung DPR

Berita Utama | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:07
share

JAKARTA, iNews.id – Polda Metro Jaya mengungkap fakta terkait aksi perusakan fasilitas umum dan pembakaran yang terjadi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dan sekitarnya pada Kamis malam. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan anarkis tersebut merupakan ulah kelompok perusuh yang sengaja mengganggu ketertiban umum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa sebagian massa yang hadir setelah aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu selesai bukanlah kelompok yang ingin menyuarakan pendapat, melainkan pihak yang memicu kericuhan.

"Aksi penyampaian aspirasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sebenarnya telah selesai sejak sore hari dan rombongan bubar secara tertib usai beraudiensi dengan pimpinan DPR. Namun, massa susulan kemudian berduyun-duyun datang dan melancarkan aksi perusakan fasilitas serta pembakaran di beberapa lokasi," ungkap Budi Hermanto.

Dari penanganan di lapangan, kepolisian mengamankan ratusan orang yang terbagi dalam dua kelompok usia. Sebanyak 162 orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, 160 anak berusia 12 hingga 19 tahun ditangani oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Entire massa yang diamankan masih menjalani proses pemeriksaan intensif untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan alat bukti.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak perusakan fasilitas umum. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan akan menerjunkan tim guna menyelidiki kerusakan infrastruktur publik, termasuk kamera pemantau (CCTV) yang dirusak massa.

"Terkait perusakan CCTV, saya meminta Kepala Dinas Kominfotik untuk mempelajari siapa pelakunya dan apa tujuannya. Jika terdeteksi, tentu kami akan melakukan tindakan lebih lanjut. Tindakan ini sama sekali tidak dibenarkan," tegas Pramono Anung.

Topik Menarik